
Logo game Fortnite besutan Epic Games di Paris Games Week, Oktober 2018 lalu.
JawaPos.com – Epic Games, pengembang game Fortnite menantang dua raksasa teknologi, Google dan Apple, untuk membuat toko aplikasi serupa miliknya. Epic Games diketahui telah mengumumkan toko aplikasi online mereka sendiri beberapa pekan lalu.
Menariknya, biaya yang ditawarkan Epic Games lebih rendah daripada Google dan Apple. Karena itu, pengembang game bergenre Battle Royale, Fortnite, itu menantang kedua raksasa yang juga memiliki sistem operasi iOS dan Android untuk menjadikan toko aplikasinya seperti Epic Games.
Sebagaimana JawaPos.com kutip dari laman Time, Rabu (2/1), tantangan Epic Games dapat menekan Apple dan Google untuk melepaskan kontrol atas toko aplikasi yang mereka miliki. Pasalnya, toko baru Epic akan membebankan biaya komisi kepada pengembang hanya 12 persen, kurang dari setengah yang dilakukan toko aplikasi Apple Inc dan Alphabet Inc (Holding Google). Langkah berani itu bisa mendorong pengembang aplikasi dari segala jenis untuk menuntut kesepakatan yang sama.
Benjamin Schachter, seorang analis di Macquarie Capital, mengatakan dalam sebuah laporan bahwa ini adalah masalah besar dan memiliki implikasi yang berpotensi menjangkau lebih jauh dari sekadar para pengembang game saja. Jika Apple dan Google akhirnya dipaksa untuk memotong komisi agar sesuai dengan Epic, itu bisa sangat berdampak pada laba.
“Meskipun perusahaan tidak memberikan informasi keuangan untuk toko mereka, perusahaan riset Sensor Tower mengatakan dalam laporan Juli tahun lalu bahwa orang-orang menghabiskan sekitar USD 34 miliar pada toko-toko aplikasi tersebut pada paruh pertama tahun 2018,” katanya demikian.
Sebagaimana diketahui, selama bertahun-tahun, App Store Apple dan Google Play Store telah menjadi jalan utama yang dapat digunakan pengembang untuk memasukkan aplikasi ke sistem operasi masing-masing perusahaan tersebut. Pengembang aplikasi membayar komisi 30 persen untuk didistribusikan melalui toko-toko. Biaya yang menurut Google dan Apple adil untuk menyediakan pasar serta sistem distribusi yang tepercaya dan aman.
Toko aplikasi Epic akan mulai debut dengan satu set game yang dikurasi dengan tangan alias manual pada perangkat PC dan Mac. Lebih jauh dikatakan bahwa toko aplikasi Epic katanya akan mulai menjajakan game lain ke Android dan platform terbuka lainnya sepanjang 2019 ini.
Sebagai informasi, pada Agustus tahun lalu, Epic mengatakan tidak akan mendistribusikan game bikinan mereka, Fortnite, melalui Google Play Store. Mereka meminta pemain untuk mengunjungi situsnya sendiri dan mengunduh peluncur khusus yang akan membuka permainan di perangkat Android.
Metode ini memungkinkan Epic untuk menghindari biaya komisi, serta toko baru itu akan berfungsi dengan cara yang sama. Namun begitu, Epic memiliki masalah yang cukup pelik, yakni bagaimana meyakinkan pembuat aplikasi dan game beserta para pemain dan pengguna bahwa toko aplikasinya sama amannya dengan yang dioperasikan oleh Apple dan Google.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
