
CEO dan Founder Qlue Rama Aditya (kanan) di acara Smart Citizen Day di Jakarta, Kamis (28/3).
JawaPos.com - Platform pengaduan layanan publik dan infrastruktur, Qlue, ternyata sempat drop ditinggal pengguna. Hal ini diakui CEO dan Founder Qlue Rama Raditya. Menurutnya, Qlue sempat 'kritis' saat momen pergantian gubernur DKI Jakarta. Tepatnya ketika ditinggal Gubernur DKI Jakarta yang kala itu dijabat Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan beralih ke Anies Baswedan.
"Sempat drop memang. Ada anggapan Gubernur yang baru tidak akan menindak lanjut laporan warga lewat Qlue," katanya di sela acara Smart Citizen Day yang digelar Qlue bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) di Jakarta, Kamis (28/3).
Meski sempat drop, Rama menyebut Qlue kini mulai 'bangkit' kembali. Hal tersebut dikatakan lantaran sistem Qlue sudah tertanam dan dibangun untuk mewujudkan Jakarta Smart City. "Pengguna pada masa itu melihat kemungkinan laporan mereka di aplikasi Qlue tidak ditindaklanjuti. Masyarakat berasumsi Qlue tidak digunakan lagi oleh gubernur baru. Padahal sistem terus berjalan," katanya.
Di awal pergantian pemerintahan DKI Jakarta, lanjut Rama, pengguna Qlue hanya membutuhkan penyesuaian kembali. "Mungkin di awal-awal butuh pembenahan dari government-nya, karena gubernur baru mesti menyesuaikan lagi. Seperti Application Programming Interface (API)-nya mesti diatur lagi dan sebagainya," ujarnya.
Sebagai informasi, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan baru-baru ini meluncurkan aplikasi terbaru bernama Jakarta Aman. Terkait dengan hal tersebut, Qlue yang notabene berdiri dan populer di era kepemimpinan Ahok dikatakan Rama tetap berfungsi sebagaimana mestinya sebagai platform smart city.
Rama menyebut, pihak Qlue sudah atau sering ngobrol bersama founder Jakarta Aman. Pihaknya menyebut, Qlue dan Jakarta Aman sudah saling bekerja sama, juga dengan pihak kepolisian untuk layanan keamanan terpadu berbasis aplikasi. "Konsep smart city merupakan satu ekosistem. Makanya tidak bisa hanya mengandalkan satu aplikasi saja untuk mengembangkan dan membangun kota. Smart city perlu dukungan sejumlah platform seperti pelaporan atau keamanan," jelas Rama.
Sedikit mengulas ke belakang. Qlue berdiri pada 2016. Inspirasi dibuatnya layanan pelaporan Qlue, menurut Rama, berangkat dari permasalahan yang ada di masyarakat. Urbanisasi kota, sampah, kemacetan, dan masalah kompleks lainnya menjadi dasar berdirinya Qlue.
"Waktu itu (di zaman Ahok) kita sampaikan. Ini loh platform yang cocok untuk masalah di kota-kota besar. Apa masalahnya, kenapa bisa begini, ternyata saat itu pemerintah tidak bisa merespons dengan cepat. Akhirnya kita bangun 'jembatan' antara masyarakat dengan pemerintah. Dulu awalnya Qlue hanya untuk bagaimana jalan rusak di depan rumah saya bisa selesai," ceritanya demikian.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
