
Ketua Umum MUI, KH Ma
JawaPos.com - Saat Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ma'ruf Amin dihadirkan sebagai saksi persidangan pendoaan agama, dia terus dicecar tim penasihat hukum terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Bahkan, Humprey Djemat, salah satu tim kuasa hukum Ahok menuduing Ma’ruf berafiliasi dengan pasangan calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut satu.
Dukungan tersebut, tersirat lewat beberapa kali pernyataan Ma'ruf yang dicatat oleh media massa.
"Anda menyebut pasangan calon nomor satu adalah terbaik, di berita-berita anda. Itu Anda katakan saat pasangan calon nomor urut satu menemui Anda di kantor PBNU?" kata Humprey dalam persidangan.
Humprey pun menilai Fatwa MUI terkait Ahok menista agama dan ulama sudah berpihak. Sebab, Ma'ruf memberikan dukungannya pada pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni.
Ma'ruf lantas membantah tuduhan tersebut. Dia menyebutkan bahwa kedatangan pasangan calon nomor urut satu ke PBNU bukan atas undangannya, melainkan Ketua PBNU Said Aqil Siradj.
Saat itu, Ma'ruf mengaku berada di lantai empat Gedung PBNU saat Agus datang. Oleh Said Aqil, Ma'ruf diminta untuk bertemu.
Humprey juga bertanya apakah Ma'ruf sebelum pertemuan itu sempat mendapatkan telepon dari Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk menerima pasangan nomor urut satu saat mendatangi PBNU. Humphrey juga bertanya apakah benar sebelum pertemuan itu SBY juga meminta Ma'ruf untuk mengeluarkan fatwa terkait kasus Ahok.
"Apakah ada telepon dari Pak SBY yang mengatakan mohon diatur agar Agus dan Sylvi bisa diterima di PBNU? Yang kedua apakah Pak SBY meminta mohon diatur segera keluarkan fatwa atas kasus dugaan penistaan agama?" tanya Humprey.
Menanggapi itu, mantan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden pada era SBY itu membantahnya. "Tidak ada," tegas Ma'ruf. (mg4/jpnn)

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
