Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 20 Juni 2018 | 02.25 WIB

Kesan Mahasiswa Asal Palestina Rayakan Idul Fitri di Malang

Monther selalu membawa syal bermotif bendera Palestina kemana saja dia pergi. - Image

Monther selalu membawa syal bermotif bendera Palestina kemana saja dia pergi.

JawaPos.com - Bagi Monther Rasheed, tahun ini merupakan kali pertamanya merayakan Idul Fitri jauh dari keluarga. Apalagi jika harus berbeda negara seperti saat ini. Laki-laki asal Palestina tersebut, merayakan momen kemenangan di Indonesia.


Meskipun pertama kali merayakan Idul Fitri di negeri orang, namun laki-laki yang selalu membawa bendera Palestina kemana-mana itu, merasa tidak ada bedanya antara perayaan di Indonesia dengan di negaranya.


"Saya rasa hari raya di sini sama dengan di Palestina. Saya berkunjung ke kerabat," katanya dalam Bahasa Indonesia yang cukup lancar, Selasa (19/6).


Peserta program Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) dari Pemerintah Indonesia ini, dengan menggebu-gebu mengisahkan semangat Palestina saat merayakan hari raya. Mahasiswa Darmasiswa yang mendapatkan tugas belajar di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) itu berkisah, mereka di Palestina tidak pernah bersedih lama-lama.


"Bagi kami, hidup harus berjalan terus. Pada hari raya pun, kami juga merayakannya seperti orang lain lakukan," bebernya dengan wajah bahagia.


Di hari raya tahun ini, ia mengaku sengaja untuk tidak segera kembali ke Palestina. Ia ingin merasakan bagaimana berhari raya dengan keluarga barunya. Adalah Achmad Habib dosen UMM yang sangat terbuka untuk memberikan Monther dan beberapa kawannya untuk tinggal bersama di kediamannya.


"Keluarga baru saya adalah Pak Habib. Beliau memberikan kami tempat tinggal dan dia juga sangat baik dengan kami. Dia merasa kami keluarganya dan saya juga senang bisa punya ayah di sini," tutur penyuka fotografi itu.


Kisah Monther di Indonesia bermula saat dia memutuskan untuk meninggalkan kota Ramallah, Palestina, sejak akhir Agustus 2017 silam. Pemuda berparas tampan ini menjadi penerima beasiswa Darmasiswa yang diberikan oleh Pemerintah Indonesia pada tahun 2017. Karena hal ini, pria kelahiran Hebron, Palestina ini, tinggal selama satu tahun di Indonesia.


"Saat saya tahu saya mendapatkan beasiswa di Indonesia, saya yakin dengan negara ini. Bagi kami orang-orang Palestina, orang-orang di Indonesia sangat peduli dengan kami," tandasnya.

Editor: Budi Warsito
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore