Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 18 Juni 2018 | 20.52 WIB

Veneer Gigi Jangan Asal Putih, Simak Dulu Efek Negatifnya

Gigi terlihat lebih putih dengan veneer. - Image

Gigi terlihat lebih putih dengan veneer.

JawaPos.com - Banyaknya metode perawatan gigi di dunia medis kini sudah bergeser ke arah kecantikan atau estetika. Salah satunya teknik veneer. Kaum hawa di media sosial saat ini ingin selalu menunjukkan senyuman manis dengan gigi putih dalam setiap jepretannya. Sayangnya, veneer tak selalu baik dan memiliki dampak panjang.


Veneer merupakan teknik untuk menambahkan serta mengurangi dan mengubah bentuk gigi. Veneer juga dapat mengubah warna gigi menjadi lebih putih.


Memang harganya masih tergolong mahal bisa mencapai jutaan rupiah hanya untuk satu gigi. Teknik veneer bisa menambah warna gigi menjadi lebih putih dan merapikan susunan gigi.


Dokter Gigi dan Dosen Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Indonesia drg. Nada Ismah, Sp.Ort menjelaskan, ternyata tingginya permintaan veneer memang menurunkan minat terhadap pemasangan tren kawat gigi atau behel. Masyarakat lebih ingin mencoba veneer agar gigi mereka lebih putih.


"(Kawat gigi atau behel, Red) Menurun 2 tahun belakangan. Sebab tren veneer ini dicontohkan banyak artis, jadi lebih tren," kata Nada baru-baru ini.


Namun, Nada menjelaskan ternyata Veneer bukan sesuatu yang sehat. Sebab gigi diasah untuk diganti permukaannya. "Jadi kalau tekniknya tak dilakukan dengan benar atau asal bukan di tangan ahlinya, gigi bisa rusak," ujarnya.


Nada menilai, perawatan veneer mahal harganya, namun tak pernah diaplikasikan sendiri oleh para dokter gigi. Sebab dokter gigi tahu efek sampingnya.


"Gigi diasah lalu diberi lapisan. Satu lapis. Kalau bikinnya enggak benar, antara gigi dan gusi itu diasah ditempelin sesuatu yang sudah dibentuk atau dicetak. Seperti pasang kuku palsu. Dokter gigi enggak ada kan yang diveneer karena mereka tahu itu enggak bagus," papar Nada.


Lalu apa dampaknya jika pemasangan Veneer tidak optimal? Nada menjelaskan adanya ruang di antara sekat-sekat gigi bisa menyebabkan aroma mulut menjadi tak sedap.


"Jadinya batasan gigi enggak bagus jadi bau karena ada kotoran. Maka harus hati-hati pilih veneer. Menurut hemat saya, kondisi gigi sudah bagus-bagus kok diasah," paparnya.


Selain itu, dampak lainnya jika pemasangan kurang tepat akan menyebabkan gigi menjadi ngilu. Tak bisa lagi mengembalikan gigi ke tekstur semula, mau tidak mau jika warna pudar harus datang kembali untuk perawatan.

Editor: Fersita Felicia Facette
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore