
Bapak 8 anak membesarkan anaknya dengan panduan catatan mendiang istrinya
JawaPos.com - Ian Millthorpe selalu menggunakan aturan khusus untuk membesarkan delapan anaknya. Seperti dilansir Mirror pada Sabtu, (16/6), Millthorpe mengatakan, ia punya aturan khusus ketika harus membesarkan delapan anaknya sendirian, yakni daftar 15 hal yang tidak boleh dilupakan untuk dilakukan pada anak-anaknya.
Daftar tersebut ditulis langsung oleh mendiang istrinya, Angie yang telah meninggal pada tahun 2010. Daftar tersebut sangat sederhana tapi memang apa yang dibutuhkan oleh anak-anak.
Misalnya, jangan memberi anak-anak terlalu banyak permen, melakukan ritual tidur, jangan lupa memberi meningitis booster, dan memberikan tabir surya untuk anak-anak.
Ian dan Angie menikah pada 1985 setelah jatuh cinta saat bertemu di taman di Grimethorpe, South Yorks. Mereka memiliki tiga putra, Ryan, 32 tahun, Damon, 29 tahun, dan Reece, 27 tahun.
Lima tahun kemudian, mereka kemudian memiliki lima anak lagi, yakni Connor, 19 tahun, kembar Jake dan Jade, 15 tahun, Corey, 12 tahun, dan Ella, 10 tahun. Namun pada tahun 2008, Angie mempunyai batuk yang hebat dan dokter menemukan kanker yang tak tersembuhkan di paru-parunya.
Kanker tersebut mendorong Angie menulis serangkaian aturan di mana saat menuliskannya, ia berlinang air mata. Sekarang aturan kebijaksanaan itu diteruskan untuk cucu-cucu Ian.
Ian mengatakan, bersikap ketat pada cucu-cucunya. Mereka hanya mendapatkan satu jam waktu main komputer sebelum gelap untuk menikmati makan malam bersama. Ia mengeluarkan catatan Angie ketika diperlukan untuk mengingatkan anak-anaknya tentang apa yang diinginkan mendiang ibunya.
"Saya merindukan Angie setiap hari tetapi saya benar-benar merasakan ketidakhadirannya selama kelahiran cucu-cucu kami. Dia sangat suka memeluk mereka, sama seperti saya," ujarnya.
Kerja kerasnya memberlakukan daftar Angie benar-benar telah menghasilkan anak-anak yang berkembang. Ella baru berumur tiga tahun ketika ibunya meninggal, tetapi bersiap meninggalkan sekolah dasar dengan catatan kehadiran sempurna 100 persen.
Ian selama ini hidup dengan perjuangan bagi kesehatannya sendiri. Setelah selamat dari pendarahan otak pada tahun 2004, Ian menderita penyakit paru-paru kronis dan mengalami kesulitan bernapas setelah bekerja lebih dari 20 tahun sebagai penambang.
“Hal tersulit yang harus saya hadapi adalah kesehatan saya. Saya hanya ingin melakukan yang benar yang diatur oleh Angie dan anak-anak saya. Saya tidak ingin menjadi beban," terangnya.
Salah satu anaknya, Jade mengatakan, ayahnya sangat hebat dan selalu memberikan dukungan. "Karena ayah, saya sekarang berlatih sebagai pekerja sosial begitu saya meninggalkan sekolah. Saya ingin membuat perbedaan bagi kehidupan seseorang."
Ian mengaku sangat beruntung. Ia memiliki banyak anak yang bekerja keras dan peduli.
"Saya benar-benar bangga. Anak-anak saya berbicara tentang Angie setiap hari, apa yang biasa dilakukan, apa yang biasa dia katakan," ujarnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
