Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 17 Juni 2018 | 17.35 WIB

Puasa Bisa Sembuhkan Maag? Begini Penjelasan Dokter

Ilustrasi dilarang makan siang saat puasa. - Image

Ilustrasi dilarang makan siang saat puasa.

JawaPos.com - Penyakit maag atau dispepsia seringkali mengganggu aktivitas. Gejalanya mual, muntah, pusing, keringat dingin, hingga nyeri ulu hati. Betul-betul menyiksa. Akan tetapi, cobalah evaluasi setelah satu bulan berpuasa.


Dalam ceramahnya dalam khotbah salat Idul Fitri, Ahli Endoskopi Gastrointenstinal yang juga Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Dr.dr. H. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB menjelaskan contoh penyakit yang disebabkan karena ketidakteraturan adalah sakit maag. Sebagian besarnya adalah sakit maag fungsional.


"Yaitu di mana jika dilakukan evaluasi tidak ditemukan kelainan. Pasien dengan maag fungsional biasanya dengan berpuasa keluhan sakit maagnya berkurang dan merasa lebih sehat pada saat berpuasa," kata Ari dalam keterangan tertulis kepada JawaPos.com, Minggu (17/6).


Penyebab sakit maag fungsional terjadi karena keluhan sakit maag yang timbul pada pasien akibat ketidakteraturan makan. Tak hanya itu, bisa disebabkan konsumsi makanan camilan, seperti makanan yang berlemak, asam, dan pedas sepanjang hari. Lalu, konsumsi minuman bersoda dan minum kopi, merokok dan juga faktor stres.


"Sedangkan selama berpuasa, pasien-pasien ini pasti makan lebih teratur," kata Ari.


Karena saat berpuasa pasien maag hanya dua kali dengan waktu yang lebih kurang sama setiap harinya, yaitu saat sahur dan berbuka. Keteraturan makan seperti inilah yang bisa membuat pasien
dengan sakit maag tersebut sembuh.


Penelitian di Inggris yang dilakukan pada 1768 orang yang dipublikasi pada International Obesity Journal salah satu jurnal yang masuk dalam grup Nature yang terkenal tersebut. Tahun 2014 membuktikan bahwa ketidakteraturan makan terutama pada ada tidaknya makan pagi. 


"Akhirnya dengan berpuasa kita dapat mengurangi makan, hidup lebih teratur dan mampu pengendalikan diri dengan baik," kata Ari.


Keteraturan yang telah terbina selama puasa seharusnya juga dapat diteruskan pasca lebaran. Hidup selalu berpikir positif dan pengendalian diri seharusnya juga dapat dipertahankan setelah Lebaran nanti.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore