
DIMINATI: Gedong Gincu, buah mangga khas asal Cirebon menjadi buruan perantau sebagai oleh-oleh mudik Lebaran
JawaPos.com - Mangga Gedong Gincu menjadi primadona bagi perantau yang sedang pulang kampung sebagai oleh-oleh mudik Lebaran. Buah Mangga khas asal Cirebon itu menjadi buruan para pelancong di kota-kota besar.
Bentuknya yang agak bulat berwarna hijau, kuning kemerah-merahan, serta harumnya yang khas, membuat banyak pihak memburunya.
Buah mangga itu mulai dicari sebagai pesanan oleh-oleh dari Cirebon dan sekitarnya. Bahkan, sejumlah pedagang Mangga Gedong Gincu di Kota Cirebon memilih tetap berjualan di hari raya lebaran karena omzet yang didapat saat libur lebaran lebih tinggi dibandingkan dengan hari-hari biasanya.
Seperti dialami Agus Ermawan, pedagang Mangga Gedong Gincu di Jalan Pamitran KS Tubun, Kota Cirebon itu mengaku tidak menyia-nyiakan waktu libur panjang Lebaran. Di hari raya, pria berusia 29 itu memilih berjualan karena para pemburu Gedong Gincu lebih banyak ketimbang di hari biasa.
"Pegawai saya nggak masuk (berjualan). Tapi saya jualan sendiri. Mereka libur. Kalau saya nggak jualan, sayang-sayang. Banyak yang nyari Gedong Gincu buat oleh-oleh Lebaran," katanya kepada JawaPos.com, Jumat (15/6).
Harga mangga Gedong Gincu yang ditawarkan kepada pembeli, dipatok Rp 50 ribu per kilogram. Ia sendiri sudah selama 18 tahun berjualan Gedong Gincu di Kota Cirebon. Tepatnya 1 Km di sebelah Selatan Masjid Raya At-Taqwa.
Per harinya, Agus membawa sekitar 4 kuintal untuk dijajakan di pinggir Jalan KS Tubun. Dalam sehari, ia mampu menjual sedikitnya 1 kuintal Mangga Gedong Gincu.
"Kalau momen liburan lebaran seperti ini bisa 3 sampai 4 kuintal Mangga Gedong Gincu per hari. Makanya saya jualan di hari raya. Untungnya lumayan besar," ujar Agus.
Agus pun menuturkan, hasil untung bersih dalam sebulan bisa meraup untung hingga Rp 20 juta per bulan. Sedangkan di saat libur panjang Lebaran seperti ini, keuntungannya bisa dua kali lipat.
"Kalau untungnya, Alhamdulillah. Bisa sampai buat naik haji dua kali setahun," ujar warga Setupatok, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon itu.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
