Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 16 Juni 2018 | 11.25 WIB

Gedong Gincu Jadi Primadona Oleh-oleh Khas Cirebon saat Mudik Lebaran

DIMINATI: Gedong Gincu, buah mangga khas asal Cirebon menjadi buruan perantau sebagai oleh-oleh mudik Lebaran - Image

DIMINATI: Gedong Gincu, buah mangga khas asal Cirebon menjadi buruan perantau sebagai oleh-oleh mudik Lebaran

JawaPos.com - Mangga Gedong Gincu menjadi primadona bagi perantau yang sedang pulang kampung sebagai oleh-oleh mudik Lebaran. Buah Mangga khas asal Cirebon itu menjadi buruan para pelancong di kota-kota besar.


Bentuknya yang agak bulat berwarna hijau, kuning kemerah-merahan, serta harumnya yang khas, membuat banyak pihak memburunya.


Buah mangga itu mulai dicari sebagai pesanan oleh-oleh dari Cirebon dan sekitarnya. Bahkan, sejumlah pedagang Mangga Gedong Gincu di Kota Cirebon memilih tetap berjualan di hari raya lebaran karena omzet yang didapat saat libur lebaran lebih tinggi dibandingkan dengan hari-hari biasanya.


Seperti dialami Agus Ermawan, pedagang Mangga Gedong Gincu di Jalan Pamitran KS Tubun, Kota Cirebon itu mengaku tidak menyia-nyiakan waktu libur panjang Lebaran. Di hari raya, pria berusia 29 itu memilih berjualan karena para pemburu Gedong Gincu lebih banyak ketimbang di hari biasa.


"Pegawai saya nggak masuk (berjualan). Tapi saya jualan sendiri. Mereka libur. Kalau saya nggak jualan, sayang-sayang. Banyak yang nyari Gedong Gincu buat oleh-oleh Lebaran," katanya kepada JawaPos.com, Jumat (15/6).


Harga mangga Gedong Gincu yang ditawarkan kepada pembeli, dipatok Rp 50 ribu per kilogram. Ia sendiri sudah selama 18 tahun berjualan Gedong Gincu di Kota Cirebon. Tepatnya 1 Km di sebelah Selatan Masjid Raya At-Taqwa.


Per harinya, Agus membawa sekitar 4 kuintal untuk dijajakan di pinggir Jalan KS Tubun. Dalam sehari, ia mampu menjual sedikitnya 1 kuintal Mangga Gedong Gincu.


"Kalau momen liburan lebaran seperti ini bisa 3 sampai 4 kuintal Mangga Gedong Gincu per hari. Makanya saya jualan di hari raya. Untungnya lumayan besar," ujar Agus.


Agus pun menuturkan, hasil untung bersih dalam sebulan bisa meraup untung hingga Rp 20 juta per bulan. Sedangkan di saat libur panjang Lebaran seperti ini, keuntungannya bisa dua kali lipat.
"Kalau untungnya, Alhamdulillah. Bisa sampai buat naik haji dua kali setahun," ujar warga Setupatok, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon itu.

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore