Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 16 Juni 2018 | 03.02 WIB

Merasakan Puasa dan Merayakan Idul Fitri di Moskow, Rusia (1)

LEBIH TERTIB: Petugas Masjid Katedral, Moskow, Rusia membagikan Takjil berisi Pisang, Apel dan Roti sebelum waktu magrib, Rabu (13/6). Para perempuan didahulukan - Image

LEBIH TERTIB: Petugas Masjid Katedral, Moskow, Rusia membagikan Takjil berisi Pisang, Apel dan Roti sebelum waktu magrib, Rabu (13/6). Para perempuan didahulukan


Islam adalah agama terbesar kedua Rusia. Di Moskow saja, terdapat sekitar 1 juta pemeluk Islam. Di sela-sela meliput Piala Dunia 2018, Jawa Pos merasakan pengalaman enam hari berpuasa dan salat Idul Fitri di Rusia. 


Ainur Rohman, Moskow 


---


''ASTAGHFIRULLAH al aziiiiimmm,'' pekik Alim Abdurahmanov saat melihat kericuhan kecil tepat di depan mukanya. Petugas Masjid Katedral Moskow itu melotot, menggelengkan kepala seolah tak percaya melihat belasan lelaki saling dorong untuk berebut roti dan nasi bungkus pada area di sebelah kiri masjid.


Saat itu pukul 21.30 waktu Moskow. Hari masih sangat terang. Waktu berbuka puasa di ibu kota Rusia tersebut kurang dari 40 menit lagi. Imsak di Moskow adalah pukul 01.38. Jadi, muslim di sini menjalani puasa nyaris selama 20 jam. 


Makanan-makanan itu, kata Abdurahmanov, adalah sumbangan dari jamaah masjid. Masjid Katedral Moskow sebetulnya juga menyediakan menu berbuka puasa. Masing-masing jamaah bisa mendapatkan satu kresek yang berisi sebuah apel, pisang, roti, dan satu botol air dalam kemasan. 


Para petugas distributor makanan seperti Abdurahmanov akan membagikan kantong-kantong plastik itu. Nanti setelah salat Magrib. Pengecualian hanya untuk jamaah perempuan. Mereka bisa mendapatkan kresek-kresek itu lebih awal. Nah, untuk membatalkan puasa, masjid memberikan kurma dan air putih yang ditampung pada gelas-gelas kertas.


Makanan-makanan itu sejatinya memang tidak sangat mengenyangkan. Hanya sebagai pembuka. Jadi, ketika ada peluang untuk mendapatkan satu kotak nasi dan sebongkah besar roti cokelat yang terlihat sangat menggiurkan itu, rasanya memang sulit menahan diri. Apalagi, mereka sudah menahan lapar dan haus nyaris 20 jam. ''Jadinya mereka berebut. Seharusnya jangan seperti itu,'' kata Abdurahmanov, lantas menggeleng-gelengkan kepala.


Selama Ramadan tahun ini, imigran dari Tajikistan tersebut memang bertugas untuk mengemas dan membagikan makanan kepada para jamaah Masjid Katedral. Dia dibantu lima orang lainnya. 


Setelah salat Magrib, ternyata ratusan jamaah lelaki di masjid terbesar di Eropa tersebut lebih beradab. Mereka antre dengan tertib. Bahkan saat ada dermawan-dermawan lain yang membawa roti, aneka macam buah, serta kurma. Mereka tidak lagi berebut secara agresif. Mengambil bagian dengan cara normal dan biasa saja. 


Suasana Ramadan di Moskow memang biasa. Tidak ada nuansa yang terlampau spesial. Walaupun Islam merupakan agama terbesar kedua di Rusia. Di Moskow saja, diperkirakan jumlah muslim mencapai 1 juta orang. Sedangkan di seluruh Rusia menembus 20 juta jiwa atau sekitar 7 persen dari total populasi penduduk negeri terluas di dunia itu.


Masjid Katedral Moskow diklaim sebagai yang terbesar di seluruh Eropa. Nama bangunan itu naik daun ketika Presiden Rusia Vladimir Putin meresmikannya pada 24 September 2015. Selain Putin, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas juga datang dalam acara seremonial tersebut.


Masjid yang bernama asli Moskovskiy Soborniy Mecet tersebut sejatinya masjid yang berdiri sangat lama. Sejak 1904. Namun baru resmi dipugar, diperluas, dan selesai nyaris tiga tahun lalu. Masjid yang megah dengan arsitektur yang cantik itu diprediksi mampu menampung jamaah sampai 10 ribu orang. 


Abdurahmanov mengatakan bahwa Putin dan pemerintah Rusia menjamin kebebasan beragama bagi umat Islam. Memang, mayoritas penduduk di kawasan-kawasan utara Rusia seperti Ingushetia, Chechnya, Dagestan, Kabardino-Balkaria, Karachay Cherkessia, Tatarstan, serta Bashkortostan memeluk Islam. 


Moskow pun dibanjiri banyak imigran dari negara-negara bekas Uni Sovyet. Antara lain Azerbaijan, Kazakhstan, Uzbekistan, Kirgistan, Turkmenistan, dan Tajikistan. Jadi, suasana berbuka puasa di Masjid Katedral memang sangat ramai. 

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore