
Kondisi pasar Butung yang dipadati ribuan manusia tepat pada H-3 lebaran di jalan Butung, Makassar, Selasa (12/6).
JawaPos.com - Memasuki H-3 Idul Fitri, pasar Butung, salah satu pusat perbelanjaan tertua di kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) dipadati ribuan manusia. Animo masyarakat untuk berbelanja demi melengkapi kebutuhan lebaran begitu besar. Alhasil, pasar yang merupakan pusat tekstil terbesar di kawasan Sulsel, membludak.
Daeng Jarung, salah satu pedagang pakaian mengungkapkan, kondisi seperti ini sebenarnya hampir tiap tahun terjadi. Khususnya jika lebaran semakin dekat.
"Pokoknya tiap tahun pasti padat sekali begini. Kita pedagang disini, sudah terbiasa dengan banyak-banyak pembeli yang datang kalau mau lebaran," katanya disela-sela aktifitasnya melayani pembeli di lantai 1, pasar Butung, Makassar, Jalan Butung, Selasa (12/6).
Dibandingkan dengan hari biasa, kata Jarung, jelas kondisi ini jauh berbeda. Kepadatan ini mulai terjadi sejak H-7 lebaran, atau beberapa hari lalu. Sebagian besar yang datang berbelanja di pasar pusat ini biasanya adalah mereka yang mencari kebutuhan perlengkapan pakain dan kelengkapan lainnya seperti, peralatan rumah tangga dan interior rumahan.
"Macam-macam saja biasa yang datang, kadang ada cari kain horden untuk gantungan jendela rumah, pokoknya macam-macam saja karena hampir ada semua disini. Tapi kalau sekarang-sekarang ini paling banyak yang cari pakaian, kayak jilbab begitu," ucapnya.
Kebanyakan konsumen yang datang berbelanja ke pasar berasal dari luar kota Makassar. Konsumen bahkan membeli barang ataupun perlengkapan lainnya dengan jumlah besar.
"Biasanya memang begitu karena mereka biasa mau jual lagi di daerahnya. Apa lagi mau lebaran begini, biasa orang ambil berkarung-karung itu yang besar. Bal-bal mereka biasa ambil," sebutnya.
Pendapatan yang diperoleh pada momentum jelang lebaran ini diakui Jarung bahkan meningkat dibandingkan dengan hari-hari biasanya. "Pasti itu, yang jelasnya ada peningkatan karena banyak sekali pembeli toh," terangnya.
Pantauan JawaPos.com di lokasi, ribuan manusia yang didominasi perempuan ini, memadati setiap lorong-lorong atau blok-blok hingga setiap lantai dimana para pedagang menjajahkan barang dagangannya. Eskalator, disesaki antrian orang-orang yang ingin berbelanja ke lantai 2 pasar.
Fatima, 27 tahun, salah satu konsumen mengaku, hampir tiap tahun mencari kebutuhan rumah tangga khususnya keperluan pribadi jelang lebaran di pasar ini.
Selain begitu lengkapnya kebutuhan yang tersedia disini, harganyapun menurutnya cukup terjangkau ketimbang barang-barang yang ada di pusat-pusat perbelanjaan modern. "Pasti beda. Makanya saya lebih suka disini, tiap tahun memang begini, datang untuk cari kebutuhan pakaian untuk keluarga, untuk dipakai lebaran," pungkasnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
