Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 12 Juni 2018 | 10.47 WIB

Keraton Kasunanan Surakarta Berduka, Kanjeng Win Meninggal Dunia

Keraton Kasunanan Surakarta berduka, Kanjeng Pangeran (KP) Aryo Winarno Kusumo meninggal dunia, Senin (11/6) sekira pukul 21.00 WIB. Sosok yang dekat dengan wartawan itu, meninggal karena serangan jantung - Image

Keraton Kasunanan Surakarta berduka, Kanjeng Pangeran (KP) Aryo Winarno Kusumo meninggal dunia, Senin (11/6) sekira pukul 21.00 WIB. Sosok yang dekat dengan wartawan itu, meninggal karena serangan jantung

JawaPos.com - Keraton Kasunanan Surakarta berduka, Kanjeng Pangeran (KP) Aryo Winarno Kusumo meninggal dunia, Senin (11/6) sekira pukul 21.00 WIB. Sosok yang dekat dengan wartawan itu, meninggal karena serangan jantung yang sempat dialami sebelumnya.


Sebelum meninggal, pria yang akrab disapa Kanjeng Win itu sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit UNS, Kartasura, Sukoharjo. Informasi yang diperoleh JawaPos.com menyebutkan bahwa, sebelumnya Kanjeng Win mengalami serangan jantung.


Putra pertama Kanjeng Win, Eka Hari Wibawa juga sempat meminta doa kepada reka-rekan jurnalis di Solo untuk kesembuhan ayahnya yang saat itu dirawat di ICU RS UNS.


Kabar meninggalnya Kanjeng Win juga dibenarkan oleh salah satu keluarga Keraton Kasunanan Surakarta, KP Eddy Wirabhumi. Kepada JawaPos.com, Eddy menuturkan, Keraton telah kehilangan sosok yang sangat loyal dan bertanggungjawab. Tidak hanya itu, Kanjeng Win juga merupakan sosok yang tidak pernah berhenti belajar meskipun sudah sangat mumpuni.


"Iya Kanjeng Win meninggal, dia merupakan pribadi yang rendah diri dan selama ini memang menjadi tempat bertanya bagi para mahasiswa," ungkapnya, Senin (11/6) malam.


Eddy menambahkan, sebelum meninggal, Kanjeng Win juga sempat hadir dalam acara kirab Ting malam selikuran yang diadakan pada Senin (4/6) malam. Saat itu, Kanjeng Win juga sempat bertemu dengan wartawan. Dan saat ditanya, Kanjeng Win mengaku kurang enak badan.


Meski begitu, Kanjeng Win tetap hadir dan ikut dalam kirab malam selikuran tersebut. "Beliau hadir dan ikut kirab, tetapi saya tidak tahu kalau beliau sedang tidak enak badan," katanya.


Rasa kehilangan juga dirasakan oleh G.K.R, Wandansari Koes Moertiyah atau yang biasa disapa Gusti Moeng. Eddy mengatakan, istrinya tersebut terus menangis saat mengetahui kabar meninggalnya Kanjeng Win.


"Gusti (Moeng) terus menangis, dia ngabari saya, telepon saya sambil menangis," ungkapnya.


Sekadar diketahui, Kanjeng Win meninggal di usia 69 tahun. Rencananya jenazah akan dimakamkan di Astana Padmonegaran, Pengging, Banyudono, Boyolali, Jateng, pukul 14.00 WIB.

Editor: Budi Warsito
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore