Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 8 Juni 2018 | 01.10 WIB

Tak Perlu Berlebihan, Darwis Triadi Ungkap Trik Foto Pre wedding

Salah satu pose prewedding - Image

Salah satu pose prewedding

JawaPos.com - Pernikahan memang salah satu momen paling berkesan dalam hidup. Biasanya, pasangan calon pengantin memilih mengabadikan perjalanan cintanya  melalui foto pre wedding.


Layaknya sebuah foto, pre wedding pun juga mempunyai etika dan batasan tertentu. Terlebih bagi pasangan muslim, tentunya foto pre wedding harus dilakukan sesuai adab yang benar. Dari sudut pandang fotografi, menurut Darwis Triadi, konsep pre wedding bagi perempuan muslim memang tidak boleh ada kedekatan secara fisik.


"Kalo bicara hijab harus banyak yang kita ikutin aturan formalnya. Kita harus melihat tata krama kaitannya dengan hijab. Bisa kita lakukan dengan pose yang tidak terlalu dekat secara fisik, namun tetap punya chemistry," ungkapnya kepada JawaPos.com usai menghadiri acara di kawasan Jakarta Selatan, Rabu (6/6).


Untuk mendapatkan sudut foto yang pas, lanjutnya harus dilakukan dengan pengarahan yang baik. Seperti mengatur posisi badan dengan jarak ideal dalam satu frame. Sebab bersatu dalam chemistry tidak harus terlihat menempel atau berpelukan. Hanya dengan ekspresi natural saja, sudah menunjukan keintiman.


Mengenai konsep foto, ia juga menyarankan untuk memakai sebuah tema yang minimalis agar bisa menonjolkan chemistry dari pasangan tersebut. Pasalnya dalam menyampaikan visual pre wedding, harus diperhatikan unsur rasa dan nyawa dari objek utama.


"Industri prewedding menjadi menarik. Kita harus tahu sebuah foto prewedding menyatukan chemistry. Intinya couple disatukan chemistry, jangan ada pemaksaan pose. Biarkan mereka berdua bisa santai, kita capture natural," tegasnya.


Mengenai komposisi visual yang ideal, bagi Darwis sah-sah saja mengambil objek dari sudut manapun. Misalnya landscape dengan objek utama terlihat dari kejauhan, boleh dilakukan dengan teknik yang benar. Namun untuk proses editing, ia lebih memilih tidak terlalu banyak penambahan efek. Menurutnya foto yang alami akan terlihat lebih bernilai.


"Yang terpenting dalam melakukan sebuah foto, harus memahami prinsip dasar fotografi, selebihnya soal yang trend bisa mengikuti," tutupnya.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore