
Indonesia penghasil sampah terbesar di laut
JawaPos.com - Tanggal 5 Juni 2018 didaulat sebagai Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Namun masih ada beberapa pekerjaan rumah bagi negara-negara ini untuk memperbaiki lingkungan. Foto-foto yang tersebar di dunia maya mengenai sungai-sungai yang tercemar oleh sampah di beberapa negara terlihat mengejutkan.
India termasuk dalam 14 kota yang paling tercemar sampah plastik di dunia. Menurut World Health Organization (WHO) atau Organisasi Kesehatan Dunia, India menjadi fokus utama untuk menyelesaikan masalah lingkungan hidup di sana.
Saluran air di Ibu Kota India, New Delhi tersumbat dengan plastik. Sementara jalan-jalan dipenuhi dengan kantong sampah dan sungai penuh dengan limbah dan polusi.
Saluran pembuangan limbah di daerah kumuh juga tersumbat dengan plastik. Penduduk pun bercerita tentang kehidupan di sekitarnya. Ram Nath, 40, mencari nafkah dari memilah sampah yang dapat didaur ulang, seperti botol plastik.
Ia mendaur ulang sampah-sampah yang diambil dari Sungai Yamuna di India. Yamuna adalah salah satu sungai paling suci di India, tetapi juga salah satu yang paling tercemar.
Sementara, di Manila, Filipina, Sungai Pasig dianggap sebagai salah satu yang paling tercemar di dunia karena banyaknya sampah yang dibuang di sana. Meskipun tercemar, sungai ini tetap menjadi tempat berenang yang populer untuk anak-anak dan warga sekitar.
Para relawan lingkungan di Filipina menyerukan kepada pemerintah untuk merehabilitasi sungai. Mereka telah membentuk Komisi Rehabilitasi Sungai Pasig, tetapi usahanya tidak semakin baik dari waktu ke waktu.
Selain Manila, Indonesia telah digolongkan sebagai pencemar laut terbesar kedua di dunia, tepat setelah Tiongkok. Laporan menunjukkan Indonesia memproduksi 187,2 juta ton sampah plastik setiap tahun.
Indonesia kekurangan infrastruktur yang diperlukan untuk mengelola limbah mereka secara efektif. Masalahnya telah menjadi begitu parah sehingga tentara ikut dipanggil untuk membantu membersihkan sungai-sungai yang tersumbat dengan botol, tas, dan kemasan plastik.
Menurut penelitian, mungkin akan ada lebih banyak plastik daripada ikan di laut pada tahun 2050 di dunia. Partikel plastik mungkin ada dalam makanan laut yang kita konsumsi sebab ikan di laut mengonsumsi plastik yang dilapisi bakteri dan alga.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
