Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 31 Mei 2018 | 17.30 WIB

Klub Dijual Ke Bogor, Lahir Persikad 1999 lewat Skema Koperasi

Tim Kepelatihan Persikad Depok 1999 - Image

Tim Kepelatihan Persikad Depok 1999

JawaPos.com – Kota Depok puasa hiburan selama beberapa tahun ini. Tim kebangaan yang pernah ada : Persikad harus bergeser ke Bogor.


Ya, dengan nama Bogor FC, saham Persikad jadi milik kota hujan. Namun, dalam perjalanannya Persikad fans tidak murung dan legawa. Para fans Serigala Margonda ini malah mencetuskan membuat tim baru.


Berawal dari delapan fans dimana didalamnya ada Yogi, eko, indra comot dan beberapa kawan lainnya, berkeinginan mendirikan klub yang orientasinya bagaimana menjadi suporter yang cerdas.


Februari 2018 lalu, delapan fans mulai mengumpulkan dana dari 150 suporter. Persikad 1999 diharuskan oleh PSSI untuk membentuk PT, dan akhirnya dibuatlah nama PT Persikad Sembilan Sembilan.


Untuk saham PT Persikad Sembilan Sembilan dibagi menjadi empat bagian yaitu 70% dipegang Koperasi, 10% oleh Ketua Persikad 1999, Yogi dan 10% Marpaung dan 10% Rudi Siahaan.


Dari 150 suporter berhasil terkumpul dana Rp30 juta dimana perorang Rp200 ribu. Lalu dari situ membentuk Koperasi yang diberi nama 'Koperasiku' dan terdiri dari 150 anggota khusus dan 250 anggota biasa.


Koperasi ini dibuat agar Persikad 1999 menjadi milik masyarakat, dan bisa terhindar dari orang-orang berkepentingan. Koperasi terbentuk murni dari masyarakat yang peduli dengan sepakbola tanpa kepentingan politik sedikitpun.


“Kami tetap menggunakan nama Persikad, karena bagaimanapun juga, itu semangat sepak bola Depok, ditambah 1999 merupakan tahun kelahiran Kota Depok,” ujar Ketua Persikad 1999, Yogi Kurniawan kepada Harian Radar Depok (Jawa Pos Grup).


Koperasiku ini atau Koperasi PFCS terbuka untuk umum. Masyakarat yang mendaftar cukup membayar Rp35 ribu. Dengan rincian Rp25 ribu untuk pembuatan KTA, dan Rp10 ribu untuk iuran bulan pertama.


Dari dana tersebut, akan jadi penggerak Persikad Corner penyediaan beras Persikad dari Cianjur, Tapos atau Sukabumi. Bisa dijadikan pemasukan dana operasional tim dan juga rencananya untuk membuat museum Persikad di Stadion Merpati.


Nantinya Stadion Merpati dijadikan homebase selayaknya.


“Jadi dana awal dibentuklah PT baru kemudian koperasi dan museum rencana kedepan,” ungkapnya.


Berawal dari Perjuangan Suporter


Yogi lantas bercerita soal perjalanan pembentukan Persikad 1999. Dia bercerita bahwa ini merupakan perjuangan dari suporter, yang dulunya bernama Ultras Depok.


"Sekarang menjadi Persikad Fans Curva SUD," singkat dia.

Editor: Imam Solehudin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore