
KORBAN: Edi Sucipto, 33, salah satu korban kecelakaan speedboat di Sungai Musi, Palembang, Rabu (30/5).
JawaPos.com – Rabu (30/5) menjadi hari yang tidak terlupakan bagi Edi Sucipto, 33. Betapa tidak, ia harus berjibaku dan mempertaruhkan nyawa demi menyelamatkan anaknya Reni, 15 dan istrinya Ponima, 30 yang terjebak di dalam kapal yang terbawa arus.
Waktu itu, Edi dan keluarganya mengalami kecelakaan sewaktu menumpang speedboat di Sungai Musi. Akibat bertabrakan, dua buah speedboat mengalami kerusakan dan karam. Edi mengaku kejadian kecelakaan tersebut berlangsung sangat cepat.
Kejadian bermula saat ia akan ke Kota Palembang dengan menaiki speedboat berukuran 40 pk dari Jalur 14, Banyuasin sekitar pukul 06.00 WIB bersama puluhan tetangganya. 4 jam perjalanan mendekati Dermaga Bekangdam II Sriwijaya tiba-tiba speedboat kecil langsung menyalip hingga akhirnya speedboat yang ditumpangi Edi beserta anak dan istrinya terbalik.
Tak butuh waktu lama, kapal yang ditumpanginya pun langsung berisikan air sungai dan membuat seluruh penumpang berteriak histeris. Penumpang pun langsung berupaya untuk menyelamatkan diri dan keluar dari kapal.
"Hampir seluruh penumpang terjebak di dalam kapal termasuk anak serta istri saya, serta ada juga yang sudah terbawa arus Sungai Musi," katanya saat ditemui di RS AK Gani Palembang, Rabu (30/5).
Ia yang juga terjebak di dalam kapal dengan kondisi yang mencekam tersebut, membuat tidak berpikir panjang dan langsung memecahkan kaca untuk mengeluarkan anak serta istrinya dari kapal yang sudah dipenuhi air sungai.
Setelah berhasil dikeluarkan, anak dan istrinya pun sempat terbawa arus. Beruntung speedboat yang berada di pinggiran Sungai Musi pun langsung membantu mengevakuasi dan anak serta istrinya pun selamat dalam kejadian mencekam tersebut. "Alhamdulillah anak dan istri selamat mas, meski kapal sudah dimasuki air sungai," ujarnya.
Ia mengakui jika saat menaiki speedboat tersebut, penumpang tidak diberikan pelampung. Mengingat penumpang sudah terbiasa tanpa pengaman. Ia pun tidak menyangka akan kejadian seperti ini.
"Usai diselamatkan oleh speedboat, anak dan istrinya pun langsung dievakuasi ke RS AK Gani Palembang untuk mendapatkan perawatan," tutupnya.
Seperti diketahui, dalam kecelakaan tersebut speedboat tersebut, Ditpolair Polda Sumsel telah memeriksa empat saksi diantaranya RH yang merupakan serang speedboat besar dengan ukuran 40 pk beserta dua kernetnya yaitu IR dan HM. Selain itu, Ditpolair juga memeriksa DM serang speedboat kecil ukuran 20 pk.
Dalam kejadian ini, dua penumpang tewas dan dua lagi dinyatakan hilang dan masih dalam tahap pencarian.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
