
12 tahun lumpur Lapindo.
JawaPos.com - 12 tahun bencana lumpur Sidoarjo di Porong adalah kenyataan dan takdir yang harus disikapi positif oleh warga. Dengan sikap optimis dan produktif, maka berbagai problem yang sempat melanda warga Sidoarjo akibat keberadaan bencana lumpur tersebut dapat pelan-pelan teratasi.
Hal itu dinyatakan oleh pegiat komunitas muda kreatif, Satya Adhi Wicaksana, yang juga koordinator Sidoarjo Positif pada Selasa (29/5).
"Kami sebagai anak muda memahami bahwa selama 12 tahun ke belakang ini hidup kami bersebelahan dengan lumpur. Tapi ini persoalan perspektif. Daripada kami terus mengutuki takdir, dan itu adalah dosa dan tak bermanfaat, kami ingin melihat keberadaan lumpur Sidoarjo secara lebih produktif. Dari situ akan kita temukan potensi-potensi yang dapat dikerjakan warga dan anak muda Sidoarjo sehingga bisa mendorong peningkatan kesejahteraan," ujar Satya.
Satya mengimbau jangan ada lagi warga Sidoarjo atau bahkan luar Sidoarjo yang mempolitisasi dan menggunakan isu lumpur untuk memenuhi kepentingan sempitnya sendiri sekaligus memecah belah. Satya juga melihat sejauh ini yang memainkan isu lumpur hanya segelintir pihak.
Dia menyaksikan banyak korban lumpur yang telah mendapat ganti untung dan berhasil bangkit. Dia berharap ajakan tulusnya diterima secara baik oleh berbagai pihak. Tujuannya agar Sidoarjo bisa bangkit dan dikenal sebagai kabupaten terbaik tak hanya se-Jatim, namun juga se-Indonesia. Satya sendiri sudah sejak lama menyelami masyarakat Sidoarjo karena penelitian skripsinya adalah mengenai dinamika sosial politik dan ekonomi keberadaan lumpur Sidoarjo ini.
Sementara itu, Dosen Universitas Airlangga, Agie Nugroho Soegiono, melihat kemampuan warga Sidoarjo secara khusus untuk bangkit paska 12 tahun bencana lumpur. Agie percaya masyarakat Sidoarjo dapat bangkit, dengan optimisme, dan dukungan dari semua pemangku kepentingan.
"Sidoarjo dapat sama-sama dibangun kembali menjadi daerah yang maju, makmur, dan sejahtera. Syaratnya adalah kesungguhan pembangunan, hentikan politisasi dan upaya untuk membuat konflik-konflik sosial yang justru merugikan warga," kata Agie.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
