Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 30 Mei 2018 | 13.05 WIB

Sajadah Merek Timur Tengah Produksi Tiongkok Laris Manis

Aneka warna dan motif sajadah yang ditawarkan di  Thamrin City, Jakarta. - Image

Aneka warna dan motif sajadah yang ditawarkan di Thamrin City, Jakarta.

JawaPos.com - Sajadah merupakan bagian penting bagi kaum Muslim dalam beribadah. Menjelang Idul Fitri kebutuhan sajadah di setiap rumah akan bertambah. Biasanya dipakai untuk salat Id pada hari raya Idul Fitri nanti. Ada juga yang sengaja membeli sajadah untuk diwakafkan ke masjid atau orang miskin.


Di tengah perkembangannya, model sajadah yang dijual terus berkembang. Model dan motif itu sebagai bentuk daya tarik bagi seorang Muslim dan mencari nilai-nilai estetika.


Di pusat perbelanjaan di Thamrin City, Jakarta, ada beragam motif sajadah yang ditawarkan pedagang. Mulai dari motif Kakbah, kelopak bunga, hingga motif tulisan kaligrafi.


Apalagi di tengah suasana Ramadan, sajadah menjadi salah satu produk yang cukup banyak diincar pembeli. Sajadah Iran dan Al-Jeddah ukuran 70x100 cm menjadi best seller selama periode Ramadan tahun ini.


"Kini permintaan sajadah terus meningkat. Terutama untuk motif kembang," ungkap Rifky, salah seorang penjaga kios di Mal Thamrin City kepada JawaPos.com, Selasa (29/5).


Karyawan toko Cahaya Berkah itu menyebut, penjualan sajadah di tempatnya ada secara grosir maupun eceran. Meski namanya bernuansa Arab atau Timur Tengah, ternyata sajadah Iran dan Al-Jeddah diproduksi di Tiongkok. Lalu disuplai ke Indonesia. Lebih jauh dia menuturkan, sajadah impor asal Tiongkok memang menjadi primadona di Thamrin City atau di Jakarta.


"Bahan-bahannya bagus. Beda dengan yang lain karena modelnya pakai bunga yang segar dan pilihan warnanya banyak. Lebih laris dari yang lain," terang Rifky kepada JawaPos.com.


Sajadah Iran memiliki bahan velvet yang lembut. Sangat nyaman digunakan untuk beribadah. Warnanya pun beragam mulai dari hijau, ungu, merah, biru, dan tosca.


Selama Ramadan, sebut Rifky, permintaan sajadah jenis ini melonjak tajam hingga 60 persen. Dibanderol dari harga Rp 50 ribu untuk pembelian satuan. Sedangkan bagi yang membeli secara grosir dengan pembelian minimal 10 lembar dihargai Rp 40 ribu.


Sementara sajadah Al-Jeddah tahun ini di Thmarin City tak kalah banyak penggemarnya. Keunikan sajadah ini terbuat dari bahan selimut yang tersusun dari teknik quilting. Pada bagian bawah terbuat dari 100 persen bahan karet polyester anti-air. "Setiap helainya dijual seharga Rp 100 ribu," sambungnya.


Sajadah Al-Jeddah memiliki 4 warna. Hijau, cream, biru, dan merah. Pada Ramadan 1439 H ini, sajadah Al-Jeddah diborong oleh sejumlah pedagang grosir asal Batam, Surabaya, dan Palembang.


Tingginya pemintaan sajadah juga dialami Fitria, penjaga kios Amanda Collection. Di tempatnya itu lebih banyak menawarkan sajadah Turki dengan motif tulisan kaligrafi. Tingginya permintaan sajadah turki hingga pertengahan Ramadan karena kaligrafi juga dihiasi dengan aneka kelopak bunga.


Menurutnya para pembeli cenderung menyukai warna terang, seperti merah jambu dan hijau pastel. "Banyak yang beli grosir biasanya dari luar kota, seperti Palembang, Samarinda, dan Makassar. Selama Ramadan harganya cenderung stabil belum naik atau turun," ungkap Fitria.

Editor: Fersita Felicia Facette
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore