
Aneka warna dan motif sajadah yang ditawarkan di Thamrin City, Jakarta.
JawaPos.com - Sajadah merupakan bagian penting bagi kaum Muslim dalam beribadah. Menjelang Idul Fitri kebutuhan sajadah di setiap rumah akan bertambah. Biasanya dipakai untuk salat Id pada hari raya Idul Fitri nanti. Ada juga yang sengaja membeli sajadah untuk diwakafkan ke masjid atau orang miskin.
Di tengah perkembangannya, model sajadah yang dijual terus berkembang. Model dan motif itu sebagai bentuk daya tarik bagi seorang Muslim dan mencari nilai-nilai estetika.
Di pusat perbelanjaan di Thamrin City, Jakarta, ada beragam motif sajadah yang ditawarkan pedagang. Mulai dari motif Kakbah, kelopak bunga, hingga motif tulisan kaligrafi.
Apalagi di tengah suasana Ramadan, sajadah menjadi salah satu produk yang cukup banyak diincar pembeli. Sajadah Iran dan Al-Jeddah ukuran 70x100 cm menjadi best seller selama periode Ramadan tahun ini.
"Kini permintaan sajadah terus meningkat. Terutama untuk motif kembang," ungkap Rifky, salah seorang penjaga kios di Mal Thamrin City kepada JawaPos.com, Selasa (29/5).
Karyawan toko Cahaya Berkah itu menyebut, penjualan sajadah di tempatnya ada secara grosir maupun eceran. Meski namanya bernuansa Arab atau Timur Tengah, ternyata sajadah Iran dan Al-Jeddah diproduksi di Tiongkok. Lalu disuplai ke Indonesia. Lebih jauh dia menuturkan, sajadah impor asal Tiongkok memang menjadi primadona di Thamrin City atau di Jakarta.
"Bahan-bahannya bagus. Beda dengan yang lain karena modelnya pakai bunga yang segar dan pilihan warnanya banyak. Lebih laris dari yang lain," terang Rifky kepada JawaPos.com.
Sajadah Iran memiliki bahan velvet yang lembut. Sangat nyaman digunakan untuk beribadah. Warnanya pun beragam mulai dari hijau, ungu, merah, biru, dan tosca.
Selama Ramadan, sebut Rifky, permintaan sajadah jenis ini melonjak tajam hingga 60 persen. Dibanderol dari harga Rp 50 ribu untuk pembelian satuan. Sedangkan bagi yang membeli secara grosir dengan pembelian minimal 10 lembar dihargai Rp 40 ribu.
Sementara sajadah Al-Jeddah tahun ini di Thmarin City tak kalah banyak penggemarnya. Keunikan sajadah ini terbuat dari bahan selimut yang tersusun dari teknik quilting. Pada bagian bawah terbuat dari 100 persen bahan karet polyester anti-air. "Setiap helainya dijual seharga Rp 100 ribu," sambungnya.
Sajadah Al-Jeddah memiliki 4 warna. Hijau, cream, biru, dan merah. Pada Ramadan 1439 H ini, sajadah Al-Jeddah diborong oleh sejumlah pedagang grosir asal Batam, Surabaya, dan Palembang.
Tingginya pemintaan sajadah juga dialami Fitria, penjaga kios Amanda Collection. Di tempatnya itu lebih banyak menawarkan sajadah Turki dengan motif tulisan kaligrafi. Tingginya permintaan sajadah turki hingga pertengahan Ramadan karena kaligrafi juga dihiasi dengan aneka kelopak bunga.
Menurutnya para pembeli cenderung menyukai warna terang, seperti merah jambu dan hijau pastel. "Banyak yang beli grosir biasanya dari luar kota, seperti Palembang, Samarinda, dan Makassar. Selama Ramadan harganya cenderung stabil belum naik atau turun," ungkap Fitria.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
