Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 30 Mei 2018 | 00.35 WIB

Jelang Dua Minggu Masa Puasa, Harga Bahan Pokok Berangsur Stabil

Binanto, 38, salah satu pedagang cabai di Pasar Induk Johar, Semarang. - Image

Binanto, 38, salah satu pedagang cabai di Pasar Induk Johar, Semarang.

JawaPos.com - Sepekan berlangsungnya bulan Ramadan, harga sejumlah bahan pangan di Pasar Induk Johar, Semarang terpantau stabil. Beberapa kebutuhan pokok bahkan telah mengalami penurunan harga.


Berdasarkan pengamatan JawaPos.com, Selasa (29/5), harga cabai tak lebih dari Rp 15 ribu per kilogramnya. "Cabai merah keriting turun, begitu juga yang hijau selisih seribu lebih murah," ujar Binanto, 38, salah seorang pedagang di Pasar Induk Johar.


Sedangkan untuk cabai rawit, para pedagang menjualnya seharga Rp 15 ribu hingga Rp 16 ribu per kilogramnya. "Dari pemasok Temanggung, Boyolali, dan Salatiga menjualnya juga tidak berjarak sama yang kami jual. Mungkin memang pasokan lagi berlimpah," katanya lagi.


Tak jauh berbeda dengan Binanto, Dwi, 49 mengatakan, harga barang dagangannya telah mengalami penurunan harga sejak tiga hari lalu. Semula, cabai-cabainya bisa terjual pada angka Rp 20 ribu sampai Rp 25 ribu per kilogramnya.


"Musimnya baik memang, tidak ada hama atau terkena dampak hujan kata yang masok. Bisa dibilang musim panennya sukses," ujar Dwi yang mengaku mendapat pasokan barang dari Temanggung, Blora dan Wates.


Terpisah, Kabid Perdagangan Dalam Negeri Dinperindag Jateng, M Santoso mengklaim, selain cabai harga kebutuhan pokok lain seperti, beras dan gula sudah stabil meski sempat diprediksi naik. "Pantauan per hari ini yang naik itu cabai rawit merah, cuma lima persen. Tapi kami juga sudah ke Pasar Dargo dan didapati beras turun. Rata-rata sembilan ribu rupiah saja," katanya saat ditemui di Hotel Quest, Semarang.


Ia membenarkan apabila harga kebutuhan pokok tak terlepas pada jumlah stok yang ada. Santoso pun mengaku bahwa, telah melakukan pemantauan dan pengawasan bersama jajaran pusat, provinsi dan kabupaten/kota yang terintegrasi terkait upaya menstabilkan harga.


"Tak hanya memantau, kita awasi ketat, kalau ada kenaikan atau inflasi, langsung kita lakukan intervensi dengan memperbanyak suplai dari distributor asosiasi, bulog, dan lembaga lainnya. Biasa ya kalau puasa begini kan ada yang mau sodakoh, bayar zakat, atau takjil," tandasnya.

Editor: Budi Warsito
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore