Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 27 Mei 2018 | 00.28 WIB

Mandi di Banyu Anjlok, Wisatawan Ponorogo Tewas

EVAKUASI: Tim penolong dari PMI mengevakuasi jenazah korban tenggelam di laut. - Image

EVAKUASI: Tim penolong dari PMI mengevakuasi jenazah korban tenggelam di laut.

JawaPos.com - Berniat untuk berwisata di Pantai Banyu Anjlok, Tirtoyudo, Kabupaten Malang, Yogi Rivaldo, 21, justru harus kehilangan nyawanya. Wisatawan asal Ponorogo itu tewas karena tenggelam, Sabtu (26/5). 


Kisah pilu ini bermula saat Yogi dan keempat kawannya berangkat dari Ponorogo menuju kawasan wisata Bowele (Bolu-bolu, Wedi Awu dan Lenggoksono). Setelah sampai, kelimanya langsung menuju ke Pantai Banyu Anjlok, yang tidak jauh dari kompleks pantai Bowele. 


Begitu sampai di lokasi, korban langsung naik ke kolam Banyu Anjlok. Korban mandi dan berenang di kolam itu. Sebagai informasi, pantai Banyu Anjlok memiliki air terjun yang keluar dari atas batu besar di pinggir pantai. Bagian atas batu besar itu terdapat kolam yang kerap dipakai berenang. 


Tak lama berselang, teman-temannya juga menyusul Yogi naik ke kolam. Sebelum mandi, korban sudah diingatkan rekannya agar tidak berenang. "Karena warna airnya biru, artinya dalam. Tapi korban tidak menjawab malah naik ke atas dan melanjutkan renang," kata Kasubsi Penanggulangan Bencana PMI Kabupaten Malang, Muji Utomo. 


Laki-laki yang akrab disapa Mbah Tomo ini menambahkan, korban sempat berenang dan menghampiri rekan-rekannya, sambil mengatakan bahwa kolam bisa dipakai berenang. 


Namun karena setelah dicoba oleh kawan-kawan korban, kolam tersebut dalam, akhirnya mereka memilih menepi. Namun tidak dengan Yogi. Dia justru melompat ke dalam kolam.  


Kawan-kawannya panik dan berusaha untuk memanggil korban. Tidak mendapatkan jawaban, akhirnya kawan-kawannya meminta bantuan kepada warga dan diteruskan ke tim penolong dari PMI. 


"Korban ditemukan di dalam kolam Banyu Anjlok oleh tim penolong dan pencari. Saat dievakuasi, kondisinya sudah kritis," imbuh Mbah Tomo. 


Detak jantungnya terlalu lemah dan dari hidungnya keluar darah segar. Penolong berusaha memberikan pertolongan dengan pacu jantung. Namun, sayang nyawa korban tak tertolong. 


"Korban akan kami bawa dengan ambulance PMI ke RS Saiful Anwar. Saat ini posisi korban masih di Tirtoyudo. Jenazah akan divisum," tegasnya.

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore