
Influencer politik anak muda (Political Jokes), Herik Kiswantoro.
JawaPos.com - Politik kerap menjadi topik yang diperbincangkan serius di Indonesia. Kerap lekat dengan istilah kekuasaan, membuat anak muda terlihat kurang berselera membincang soal politik.
Namun, berbeda dengan influencer politik anak muda Political Jokes, Herik Kiswantoro dan teman-temannya. Mahasiswa Universitas Padjajaran ini sangat tertarik membedah isu politik dan melihat relevansinya dengan lingkungan sekitar.
Berawal pada November 2015, Herik dan teman-temannya tergabung dalam satu organisasi kajian sosial-politik. Mereka merasa prihatin atas kondisi anak muda yang tidak bebas membawa obrolan politik ke luar kampus.
"Jadi, lingkungan kami untuk ngomong sosial politik ya itu-itu saja. Nah, dulu sedang booming Line (aplikasi). Aktivitas anak milenial lagi fokus di sana. Jadi, ada inisiatif kami bawa ke Line itu," terang Herik saat ditemui JawaPos.com di Jakarta beberapa waktu yang lalu.
Tercetuslah ide membuat meme soal politik. Akhirnya, kaum milenial pun terpantik membahas soal isu-isu politik.
Herik mengatakan, Political Jokes biasanya memberikan respons atas itu yang berkembang, baik dalam maupun luar negeri. Selain isu kontemporer, mereka pun mengangkat isu-isu lama yang sifatnya konseptual.
"Baik itu yang mikir seperti perang dunia pertama dan kedua yang tentunya sangat berpengaruh dengan perpolitikan jaman sekarang. Atau ya memang isu hangat politik jaman now," tuturnya.
Herik mengaku tak mudah memilih konten yang mudah dilahap anak jaman now. Biasanya tim terus memantau isu politik yang berkembang lewat berbagai kanal. Bisa lewat berita, ataupun forum diskusi.
"Kami nyari celah yang bisa masuk menjadi guyonan, baik yang udah booming kami bawa ke politik, atau kami buat topik baru biar itu booming," ujarnya.
Sementara itu, terkait isu-isu yang sedikit sensitif, tim lebih berhati-hati. Tak lupa mereka juga selalu memperhatikan kode etik media siber, agar tetap memiliki dasar dalam mengritik.
"Sejauh ini nggak ada yang ngelaporin kami, karena memang kami sadar konten kami tendensius sekali dan sensitif bahkan kecenderungan orang men-judge kami berpihak ke siapa, banyak sekali," ujarnya dengan tawa.
Herik menyadari banyak pengikut atau penikmat karya Political Jokes yang tidak begitu paham proses penyaringan konten. Yang mereka tahu, meme itu dibuat asal-asalan. Sehingga, direspons juga dengan asal-asalan.
Maka dari itu, ia pun selalu memperbaiki konten Political Jokes, agar sesuai tujuannya yaitu menjernihkan dan membuat anak muda melek politik. Dengan tim kecil yang hanya empat orang, Herik ingin Political Jokes bisa bekerja sama dengan media lain, utamanya dalam hal memerangi hoax.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
