Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 25 Mei 2018 | 21.05 WIB

Lebaran Tahun Ini, Hotel Bandung Diprediksi Sepi Peminat?

Ilustrasi hotel. - Image

Ilustrasi hotel.

JawaPos.com - Menjelang hari raya Idul Fitri atau Lebaran, masyarakat memiliki kebiasaan memesan penginapan saat libur panjang. Bahkan masyarakat berlomba-lomba mendapatkan lokasi strategis dari jauh-jauh hari demi menghabiskan waktu bersama teman atau keluarga.


Kebiasaan ini sedikit berbeda dengan Bandung, kota yang memiliki banyak destinasi wisata dan juga jadi primadona wisatawan lokal dan mancanegara. Pasalnya, sejak tiga tahun terakhir ini pengunjung Bandung mengalami penurunan. Ini dilihat dari jumlah peminat di beberapa Hotel Kota Bandung.


Ketua Persatuan Hotel dan Restaurant Indonesia (PHRI) Jawa Barat, Herman Mochtar mengatakan, saat ini permintaan masyarakat masih normal. Akan tetapi, jika dilihat dari tahun sebelumnya, hotel akan ramai usai Lebaran.


"Saat ini masih biasa-biasa saja, bahkan kalau Lebaran hotel ada pada posisi terendah setiap tahunnya, itu diperkirakan dari tiga hari menjelang Lebaran," kata Herman kepada JawaPos.com, Jumat (25/5).


Penginapan di Bandung, kata dia, akan ada peningkatan pada tiga hari setelah Lebaran. Kenaikan itu lantaran banyak ibu rumah tangga (IRT) atau pekerja yang ditinggal mudik oleh asisten rumah tangga (ART), sehingga kebanyakan akan memilih menginap di hotel.


"Biasanya pada pulang (ART), mereka (majikan) itu nginep di hotel. Walaupun orang Jakarta ke Bandung, ya tetap nginepnya di hotel. Ataupun orang yang mau ziarah, sehingga ada kenaikan," ujarnya.


Lalu setelah Lebaran, penginapan akan ada peningkatan, dimungkinkan target rata-rata sebesar 70 persen. Dengan harapan peningkatan ini akan bertahan hingga liburan berakhir atau hingga masyarakat masuk kerja lagi.


Tapi terpantau, saat ini masih banyak hotel yang belum dipesan. Walaupun ada namun terbilang sedikit. Berbeda dengan dulu, jauh hari masyarakat sudah sudah pesan hotel. Tapi saat ini tidak begitu banyak.


"Dulu mereka juga takut tidak kebagian, jadi ada yang pesan dari sekarang apalagi hotel kalau Lebaran harganya dinaikkan," tuturnya.


Bahkan, pihaknya pun mengatakan dan memprediksi penginapan dan pariwisata Kota Bandung tidak meningkat dari tahun sebelumnya karena adanya faktor ekonomi yang ikut memengaruhi penurunan ini.


"Kalau saya pikir enggak (meningkat) ya karena kondisi ekonomi kita pun memengaruhi, kemudian orang ke Bandung mau jalan-jalan macet jadi males ke Bandung," ungkapnya.


Diketahui, adanya penurunan peminat wisatawan lokal maupun mancanegara terjadi tiga tahun terakhir ini. Karena bukan hanya lalu lintas yang macet, melainkan adanya faktor kejenuhan. Sehingga Bandung tidak lagi diminati.


"Dulu orang seminar, kongres di Bandung. Kalau sekarang kementerian atau orang Jakarta ngambilnya yang dekat-dekat, seperti Bogor, Depok, Bekasi," pungkasnya.

Editor: Fersita Felicia Facette
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore