
Koleksi batik Denny Wirawan yang menggunakan cross pattern.
JawaPos.com - Batik sudah semakin bertransformasi ke dalam padu padan gaya yang modern. Meninggalkan kesan kuno, saat ini banyak orang yang melakukan modifikasi terhadap batik, seperti kombinasi permainan warna hingga corak. Bahkan saat ini, muncul tren cross pattern atau tabrak motif yang disukai kalangan anak muda.
Namun, bagaimanakah seharusnya tren tabrak warna dan motif ini dilakukan?
Ditemui Jawapos.com usai menggelar show nya di Galerries Lafayette, Pasific Place Mall Jakarta Rabu (23/5) desainer Denny Wirawan menyatakan sah-sah saja melakukan tabrak warna dan motif pada batik. Terlebih di era sekarang tren fashion semakin dinamis dan dipengaruhi oleh hadirnya beragam motif dari luar. Dengan adanya tren tabrak motif ini, justru melengkapi nilai artistik pada tampilan busana.
"Tabrak motif dan warna sah sah aja. Seperti signature saya juga banyak menggunakan konsep cross pattern. Yang diperlukan adalah harmonisasi yang indah, dan bisa diterima dengan baik oleh mata," ungkapnya kepada JawaPos.com.
Walaupun demikian, ungkapnya, tren tabrak motif dan warna ini juga tidak asal. Hal pertama yang harus diperhatikan adalah seseorang harus memahami bentuk badan dan karakter. Misalnya jika punya pembawaan yang tomboy atau boyish, jangan dipaksakan memakai warna yang girly dan full color, begitupun sebaliknya.
Yang kedua, diperlukan percaya diri dan kenyamanan. Saat menggunakan padu padan batik dengan motif yang berbeda, memang tidak ada batasan khusus. Yang terpenting baju tersebut mampu memberikan rasa nyaman dan percaya diri si pemakainya. Hal lain adalah kesesuaian acara, contohnya saat menghadiri acara formal harus menghindari corak yang kasar.
"Kombinasi beberapa warna motif dalam satu look boleh aja asal tau keserasian. Sekarang sudah gak ada batasan, orang mau pake gaya grunch atau disconstruction bisa cantik kalo cara perpaduannya benar dan pede," tuturnya.
Senada dengan Denny, perancang senior untuk label Alleira, Zakaria Hamzah pun juga mengatakan tabrak warna itu boleh saja. Menurutnya batik tradisional akan mudah diterima oleh kalangan anak muda apabila terdapat modifikasi, contohnya padu padan warna. Ia menyarankan untuk menggunakan warna dasar seperti putih, hitam, dan abu-abu agar aman dipadankan dengan segala warna baju.
"Cross color sah-sah aja karena anak muda jaman sekarang cenderung ekspresif. Mereka melihat busana sebagai cerminan jati diri. Namun yang diperhatikan adalah karakter, kalo warna itu cocok kenapa gak. Semuanya harus dilakukan dengan cara yang pas," imbuhnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
