Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 26 April 2025 | 23.09 WIB

7 Kebiasaan Milenial yang Terlihat Ketinggalan Zaman di Mata Gen Z, Menurut Psikologi

Ilustrasi kebiasaan seorang Milenial. (Freepik). - Image

Ilustrasi kebiasaan seorang Milenial. (Freepik).


JawaPos.com - Perbedaan generasi adalah hal yang tak bisa dihindari. Setiap generasi tumbuh dalam konteks sosial dan budaya yang berbeda, termasuk Milenial dan Gen Z yang kini kerap dibandingkan.

Meski jaraknya tidak terlalu jauh, perbedaan pola pikir, gaya hidup, hingga cara berkomunikasi membuat relasi antar keduanya terkadang kurang selaras. Hal ini menciptakan kesan bahwa generasi Milenial mulai terlihat ‘ketinggalan zaman’ di mata Gen Z.

Bukan soal siapa yang lebih unggul, melainkan bagaimana memahami perbedaan nilai yang dianut masing-masing generasi. Gen Z tumbuh di era yang lebih terbuka dan cepat berubah, sementara Milenial dibentuk oleh masa transisi dari analog ke digital.

Dilansir dari Geediting pada Sabtu (26/4), berikut ini tujuh kebiasaan generasi Milenial yang menurut psikologi bisa membuat mereka tampak tidak relevan di mata generasi Gen Z.

1. Terlalu Bergantung pada Teknologi

Milenial dikenal sebagai generasi yang akrab dengan teknologi. Namun, ketergantungan ini justru bisa menjadi bumerang dalam menjalin koneksi sosial secara langsung.

Berbeda dengan Gen Z yang sudah lahir dalam dunia digital, mereka lebih sadar akan pentingnya keseimbangan antara dunia nyata dan virtual. Ketika Milenial masih terpaku pada layar, Gen Z justru lebih mengutamakan keaslian interaksi tatap muka.

Alih-alih sepenuhnya mengandalkan teknologi, Milenial perlu menggunakannya sebagai alat bantu, bukan sebagai pengganti hubungan sosial yang nyata.

2. Terobsesi pada Karier Konvensional

Bagi Milenial, kesuksesan sering kali diukur dari jabatan, gaji tinggi, dan pencapaian karier. Mereka tumbuh dengan dorongan kuat untuk meraih status profesional yang mapan.

Namun Gen Z lebih menekankan keseimbangan hidup, kesehatan mental, dan pekerjaan yang sejalan dengan nilai-nilai pribadi. Bagi mereka, bekerja bukan sekadar mencari penghasilan, tetapi juga tentang makna dan kepuasan diri.

Perubahan cara pandang ini membuat pendekatan Milenial terhadap pekerjaan terlihat kaku dan kurang fleksibel di mata Gen Z.

3. Mudah Terjebak FOMO (Fear of Missing Out)

Kebiasaan membandingkan diri lewat media sosial masih kental di kalangan Milenial. Melihat unggahan teman yang liburan atau meraih prestasi bisa memicu rasa iri dan cemas.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore