
Wisatawan mengemudikan Fin Komodo dalam wisata petualangan di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.
JawaPos.com–Banyuwangi terkenal dengan sebutan Kota Seribu Destinasi karena memiliki beragam tempat wisata yang menarik. Terutama untuk wisata alamnya yang cocok sebagai wadah berpetualang.
Di Banyuwangi, permintaan untuk wisata petualangan ternyata bertambah dan terus tumbuh secara signifikan. Offroad menjadi salah satu alternatif potensi wisata petualangan yang tengah berkembang di Indonesia.
Hal itu karena karakteristik alam Nusantara yang kaya dengan variasi kontur dan bentang alam seperti pegunungan, lembah, hutan, perbukitan, sungai, pantai, sampai patahan dan lipatan. Gejala meningkatnya tren wisata petualangan offroad itu ternyata juga dirasakan para pemangku kepentingan pariwisata Banyuwangi.
Melansir dari Antara, Jumat (8/12), seorang owner operator pariwisata TourBanyuwangi.com Andriansi Febria Ramadhani mengungkapkan, dalam dua tahun terakhir banyak permintaan customer untuk paket-paket wisata petualangan, termasuk offroad. Sementara itu, jumlah kunjungan wisatawan ke Banyuwangi mulai meningkat kembali setelah masa-masa sulit pandemi Covid-19.
Fin Komodo menjadi pilihan untuk petualangan offroad. Mobil tersebut merupakan produksi dalam negeri. Nama Fin berasal dari singkatan Formula Indonesia, sedangkan nama Komodo diambil sebagai bentuk apresiasi terhadap keberadaan reptil langka endemik asli Indonesia di Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Mobil offroad tersebut sudah diproduksi sejak 2008 oleh perusahaan swasta nasional, PT Fin Komodo Teknologi. Perusahaan tersebut terletak di Kota Cimahi, Jawa Barat, dan telah memiliki pengalaman di bidang desain dan analisis pesawat terbang, otomotif, simulator, dan integrasi sistem otomasi.
Hadirnya Fin Komodo di Banyuwangi diharapkan bisa memberikan daya tarik wisata andalan dan mampu menjadi pengembangan dunia wisata di Tanah Air. Direktur Utama PT Multiverse Offroader Nusantara authorized dealer Fin Komodo Rofiq Machmoed mengungkapkan, Fin Komodo dibuat dengan menggunakan metode perancangan pesawat terbang, dalam desain aerodinamika, dan kalkulasi endurance rangka. Sehingga dengan mesin yang hanya 250 cc mobil itu irit dalam konsumsi bahan bakar.
Tak hanya itu, mobil offroad Fin Komodo juga telah dirancang ramah keluarga sehingga bisa dioperasikan dengan mudah oleh siapa saja.
”Wisata offroad menjadi wisata minat khusus dari bagian wisata petualangan,” ungkap Rofiq Machmoed.
Rencananya, wisata mobil offroad itu akan diadakan di berbagai tempat wisata seperti edukasi perkebunan dan peternakan. Selain itu juga di lokasi dengan view sawah terasering, Gunung Ijen, hutan dan sungai ini, juga akan dibangun sarana akomodasi glamping tent resort (resort tenda) dengan fasilitas bintang lima.

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
