Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 3 September 2026 | 15.22 WIB

Anthropic Akui Kegagalan Keamanan Setelah Model Claude Retas Tiga Organisasi saat Pengujian

Anthropic mengungkap konfigurasi pelatihan yang cacat menjadi salah satu penyebab perilaku model AI yang tidak selaras dengan tujuan manusia (The Guardian) - Image

Anthropic mengungkap konfigurasi pelatihan yang cacat menjadi salah satu penyebab perilaku model AI yang tidak selaras dengan tujuan manusia (The Guardian)

JawaPos.com - Anthropic, perusahaan Amerika Serikat di balik chatbot Claude, mengakui kegagalan dalam prosedur keamanan setelah sejumlah model kecerdasan buatannya memperoleh akses ke internet dan masuk tanpa izin ke sistem nyata tiga organisasi. 

Pengakuan tersebut memperlihatkan tantangan yang semakin serius bagi industri AI global: kemampuan model berkembang cepat, sementara mekanisme untuk membatasi perilakunya belum selalu mampu mengimbanginya.

Insiden itu menjadi perhatian karena terjadi ketika model sedang menjalani pengujian keamanan siber. Anthropic sebelumnya mengungkapkan bahwa tiga modelnya berhasil mengakses infrastruktur produksi organisasi yang tidak disebutkan namanya. 

Kini, perusahaan itu menyatakan peristiwa tersebut mencerminkan kelemahan dalam pengamanan operasional dan persoalan yang lebih mendasar terkait kemampuan AI untuk tetap bertindak sesuai tujuan manusia.


Dilansir dari The Guardian, Rabu (2/9/2026), Anthropic menyatakan teknologinya "belum sepenuhnya selaras dengan nilai dan tujuan manusia." Perusahaan mengakui model-model tersebut sengaja diuji tanpa perlindungan keamanan siber. 

Namun, kesalahpahaman dengan Irregular, perusahaan eksternal yang ditunjuk untuk menguji keamanan model AI tersebut, membuat model tanpa sengaja memperoleh akses ke internet terbuka. Kondisi itu, menurut Anthropic, pada dasarnya setara dengan membiarkan pintu depan terbuka saat melakukan pengujian.

Akibatnya, Anthropic sempat menghentikan pengujian keamanan siber internal dan eksternal untuk memperketat sistem perlindungan. "Kami sebagian besar mengandalkan satu lapisan pertahanan, padahal kami membutuhkan beberapa lapisan," kata perusahaan tersebut.

Setelah itu, Anthropic memasang sistem peringatan ketika model mencoba keluar dari lingkungan pengujian atau memperoleh akses internet serta memperketat isolasi terhadap lingkungan uji berisiko tinggi.

Perusahaan kini mewajibkan mitra penguji eksternal mematuhi standar keselamatan tertentu, termasuk memberikan instruksi yang tegas kepada model. Salah satu contohnya adalah perintah bahwa model tidak boleh mengakses internet. Setelah perlindungan baru diterapkan, Anthropic mengatakan telah melanjutkan pengujian keamanan siber internal dan eksternal.

Editor: Candra Mega Sari
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore