Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 26 Oktober 2022 | 22.48 WIB

Bahu-membahu Cegah Stunting, Gelar Kunjungan Rutin hingga Kelas Balita

Ilustrasi stunting. Dimas Pradipta/JawaPos.com - Image

Ilustrasi stunting. Dimas Pradipta/JawaPos.com

JawaPos.com – Data Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Surabaya di Kecamatan Wonokromo mencatat ada 45 anak yang mengalami stunting.

Camat Wonokromo Maria Agustin Yuristina mengungkapkan, ada sejumlah faktor yang berpengaruh. Mulai perekonomian, pola asuh, hingga demografi penduduk yang padat.

Outreach pendataan ibu hamil dan anak-anak terus dimasifkan supaya segera nol kasus stunting. Pihaknya pun berkoordinasi dengan berbagai jajaran, mulai kelurahan, puskesmas, hingga Kader Surabaya Hebat (KSH). Misalnya, yang terlihat di RW 2 dan RW 8 Kelurahan Wonokromo, Selasa (25/10). Para petugas gabungan terjun langsung ke lokasi.

Sosialisasi terkait pencegahan stunting kepada ibu hamil dan bantuan permakanan bagi anak stunting diberikan oleh petugas. Selain itu, dilakukan penempelan stiker pencegahan stunting dengan mengoptimalkan pengasuhan. Mulai mengonsumsi makanan bergizi, memberikan ASI eksklusif 6 bulan, hingga minum tablet tambah darah bagi ibu hamil.

Kepala Puskesmas Wonokromo drg Dwiana Yuniarti mengungkapkan, hanya ada enam anak yang mengalami stunting di Kelurahan Wonokromo. Setiap dua kali dalam sebulan, petugas gizi berkunjung untuk mendata sang anak. Baik pengukuran tinggi badan maupun perkembangan berat badan anak.

Lurah Kertajaya Kartika Prabaningrum mengatakan bahwa posyandu balita dibuka setiap bulan. Pemeriksaan bagi yang pra-stunting dan stunting telah dilakukan pekan lalu secara door-to-door.

Menurut Kartika, upaya preventif tak hanya dilakukan kepada balita yang masuk kategori pra-stunting. Tapi juga balita yang bebas dari stunting. Tujuannya, tak ada lagi tambahan kasus balita stunting, khususnya di Kelurahan Kertajaya.

’’Yang pra, di kami ada 10 anak. Sedangkan untuk yang stunting ada 3. Sebelumnya 9 anak. Enam anak sudah lulus,’’ ungkapnya.

Camat Tambaksari Laksita Rini Sevriani mengatakan, pihaknya tetap menggencarkan beberapa program untuk menekan angka stunting. Khususnya di wilayah Tambaksari. ’’Kami perkuat dengan beberapa posko di kelurahan untuk tekan angka stunting,’’ jelasnya.

Sementara itu, upaya pemerintah dalam penanganan dan pencegahan stunting di Surabaya juga melibatkan akademisi. Sejumlah kampus di Surabaya pun turun tangan untuk penanganan stunting. Salah satunya, Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore