
Ilustrasi stunting. Dimas Pradipta/JawaPos.com
JawaPos.com – Data Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Surabaya di Kecamatan Wonokromo mencatat ada 45 anak yang mengalami stunting.
Camat Wonokromo Maria Agustin Yuristina mengungkapkan, ada sejumlah faktor yang berpengaruh. Mulai perekonomian, pola asuh, hingga demografi penduduk yang padat.
Outreach pendataan ibu hamil dan anak-anak terus dimasifkan supaya segera nol kasus stunting. Pihaknya pun berkoordinasi dengan berbagai jajaran, mulai kelurahan, puskesmas, hingga Kader Surabaya Hebat (KSH). Misalnya, yang terlihat di RW 2 dan RW 8 Kelurahan Wonokromo, Selasa (25/10). Para petugas gabungan terjun langsung ke lokasi.
Sosialisasi terkait pencegahan stunting kepada ibu hamil dan bantuan permakanan bagi anak stunting diberikan oleh petugas. Selain itu, dilakukan penempelan stiker pencegahan stunting dengan mengoptimalkan pengasuhan. Mulai mengonsumsi makanan bergizi, memberikan ASI eksklusif 6 bulan, hingga minum tablet tambah darah bagi ibu hamil.
Kepala Puskesmas Wonokromo drg Dwiana Yuniarti mengungkapkan, hanya ada enam anak yang mengalami stunting di Kelurahan Wonokromo. Setiap dua kali dalam sebulan, petugas gizi berkunjung untuk mendata sang anak. Baik pengukuran tinggi badan maupun perkembangan berat badan anak.
Lurah Kertajaya Kartika Prabaningrum mengatakan bahwa posyandu balita dibuka setiap bulan. Pemeriksaan bagi yang pra-stunting dan stunting telah dilakukan pekan lalu secara door-to-door.
Menurut Kartika, upaya preventif tak hanya dilakukan kepada balita yang masuk kategori pra-stunting. Tapi juga balita yang bebas dari stunting. Tujuannya, tak ada lagi tambahan kasus balita stunting, khususnya di Kelurahan Kertajaya.
’’Yang pra, di kami ada 10 anak. Sedangkan untuk yang stunting ada 3. Sebelumnya 9 anak. Enam anak sudah lulus,’’ ungkapnya.
Camat Tambaksari Laksita Rini Sevriani mengatakan, pihaknya tetap menggencarkan beberapa program untuk menekan angka stunting. Khususnya di wilayah Tambaksari. ’’Kami perkuat dengan beberapa posko di kelurahan untuk tekan angka stunting,’’ jelasnya.
Sementara itu, upaya pemerintah dalam penanganan dan pencegahan stunting di Surabaya juga melibatkan akademisi. Sejumlah kampus di Surabaya pun turun tangan untuk penanganan stunting. Salah satunya, Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya.

Prediksi Skor Kanada vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: Alphonso Davies Diragukan Tampil!
Beredar Kabar Komedian Bolot Meninggal Dunia, Begini Faktanya
Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Pembuktian Magis Christian Pulisic
Prediksi Skor Timnas Qatar vs Swiss di Piala Dunia 2026: The Maroons Terancam Gagal Start Sempurna
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Prediksi Duel Seru Korea Selatan vs Ceko, Son Heung-min Jadi Kunci!
Daftar Pemain Amerika Serikat dan Paraguay di Grup D Piala Dunia 2026
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Daftar Pemain Kanada dan Bosnia Herzegovina di Grup B Piala Dunia 2026
