Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 24 Agustus 2020 | 01.59 WIB

Meraba Nakhoda Surabaya Pengganti Risma: MA, EC, WS, Siapa Lagi?

Dari kiri, Para Calon Pemimpin Surabaya: Machfud Arifin, Eri Cahyadi, dan Whisnu Sakti Buana. (Frizal/Jawa Pos) - Image

Dari kiri, Para Calon Pemimpin Surabaya: Machfud Arifin, Eri Cahyadi, dan Whisnu Sakti Buana. (Frizal/Jawa Pos)

PADA Desember mendatang, Kota Pahlawan punya gawe besar. Memilih nakhoda baru. Penerus Tri Rismaharini. Warga metropolis bakal menentukan siapa sosok yang tepat menuju Surabaya lebih hebat.

---

Beragam pandangan muncul terkait figur pimpinan Surabaya ke depan. Pastinya dengan harapan yang besar. Untuk membawa Surabaya melaju dengan pembangunan di berbagai bidang.

Contohnya pendapat yang disampaikan pakar perencanaan wilayah dan kota Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Putu Rudy Setiawan. Menurut dia, memilih wali kota Surabaya harus disesuaikan dengan kebutuhan. Ke depan, Surabaya dirancang menjadi kota apa. Nah, kebutuhan itu pula yang dikonversi.

Dari kacamata Rudy, Surabaya terus berkembang. Tidak lagi sebagai kota metropolis. Ibu kota Jatim itu juga akan menjadi megacity. Kota yang superbesar. Terkoneksi hingga kawasan Malang.

Nah, banyak tantangan yang harus dituntaskan untuk menjadi megacity. Pembangunan di Surabaya harus terintegrasi. ”Pembangunan tak bisa hanya mementingkan daerahnya sendiri,” ucapnya.

Misalnya di bidang transportasi. Pemkot berencana membangun transportasi masal. Wujudnya MRT, LRT, dan trem. ”Ketika membangun itu harus terkoneksi ke kota lain,” ucapnya.

Senada, pengamat komunikasi politik Universitas Airlangga (Unair) Suko Widodo memandang Surabaya sebagai pusat wilayah titik temu dari berbagai kota. Juga menjadi pusat bisnis, industri, dan pendidikan. Jadi, wali kota ke depan harus memiliki visi global. Sekaligus mampu mengakomodasi kepentingan wilayah sekitarnya. ”Wali kotanya harus cerdas, koordinatif, dan punya kemampuan manajerial entrepreneurship,” tegasnya.

Rektor Unair Mohammad Nasih punya pandangan lain. Menurut dia, komitmen calon pemimpin Surabaya harus menjadi pertimbangan utama. Sejumlah syarat ditetapkan.

Menurut Nasih, calon wali kota Surabaya harus mau bekerja keras dan berjuang. Untuk bangsa dan warga Surabaya. ”Bukan untuk pribadi, keluarga, pemodal, golongan, maupun partai,” tuturnya.

Genjot Lagi Iklim Investasi


Berdasar visi-misi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Surabaya 2016–2021, konsep Surabaya kota sentosa yang berkarakter dan berdaya saing global berbasis ekologi memang sudah banyak tercapai. Namun, di bidang pembangunan infrastruktur, masih ada beberapa pekerjaan yang perlu dituntaskan.

Salah satunya masalah transportasi masal. Tak kunjung terealisasi. Padahal, program itu harus dilaksanakan karena merupakan amanah dari Peraturan Presiden (Perpres) 80/2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi di Kawasan Gerbangkertasusila (Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, Lamongan).

Selain itu, masalah kemiskinan masih menjadi momok. Jika dilihat dari data masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di dinas sosial (dinsos), masih ada 600 ribu lebih warga yang masuk kategori miskin.

Yang tidak kalah penting adalah iklim investasi di Surabaya. Ketua Apindo Jatim Arief Harsono mengakui bahwa iklim investasi di Surabaya memang perlu ditingkatkan lagi. Khususnya terkait masalah perizinan. Menurut Arief, pengusaha merupakan golongan orang yang mandiri dan tidak perlu dibantu. Yang harus dilakukan pemerintah adalah menciptakan iklim investasi yang mendukung. Khususnya di sektor pariwisata. ”Industri, perdagangan, dan jasa sudah jalan. Sekarang orang butuh hiburan. Itu yang perlu digenjot lagi,” tutur dia.

Meski demikian, ada beberapa landmark baru yang sejatinya cukup mendukung di beberapa sektor. Salah satunya, jalur lingkar luar timur (JLLT). Saat ini, Surabaya juga sedang mengerjakan pembangunan jalur lingkar luar barat (JLLB). Tersambungnya jalur tersebut dengan kawasan industri di wilayah barat dan utara akan membuat roda perekonomian bergerak lebih cepat.

---

PLUS-MINUS KOTA PAHLAWAN

  • Potensi yang Dimiliki

  • Akses JLLT yang sudah tersambung dengan Sidoarjo

  • Jalur protokol yang sudah memadai

  • Jasa perhotelan yang mendukung sektor pariwisata

  • Kemudahan akses informasi publik

  • Ketersediaan ruang terbuka hijau


Hal yang Perlu Dibenahi

  • Masalah kemacetan di banyak titik di seluruh wilayah

  • Persoalan perizinan dan kepastian bagi pelaku usaha

  • Jumlah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang masih tinggi

  • Masih adanya permukiman kumuh di tengah kota

  • Pengembangan kawasan yang belum merata

  • Diolah dari berbagai sumber


RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH (RPJMD) SURABAYA 2016–2021

Visi

  • Surabaya kota sentosa yang berkarakter dan berdaya saing global berbasis ekologi.


Misi

  • Mewujudkan sumber daya masyarakat yang berkualitas.

  • Memberdayakan masyarakat dan menciptakan seluas-luasnya kesempatan berusaha.

  • Memelihara keamanan dan ketertiban umum.

  • Mewujudkan penataan ruang yang terintegrasi dan memperhatikan daya dukung kota.

  • Memantapkan sarana dan prasarana lingkungan dan permukiman yang ramah lingkungan.

  • Memperkuat nilai-nilai budaya lokal dalam sendi-sendi kehidupan masyarakat.

  • Mewujudkan Surabaya sebagai pusat penghubung perdagangan dan jasa antarpulau dan internasional.

  • Memantapkan tata kelola pemerintahan yang baik.

  • Memantapkan daya saing usaha-usaha ekonomi lokal, inovasi produk dan jasa, serta pengembangan industri kreatif.

  • Mewujudkan infrastruktur dan utilitas kota yang terpadu dan efisien.


Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=LzBmAO-lJCY

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore