Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 28 Agustus 2025 | 15.14 WIB

Viral di Medsos, Suami Influencer Kuliner di Surabaya Jadi Korban Premanisme di Kutisari, Usai Bikin Konten UMKM

Suami influencer kuliner jadi korban kekerasan di Jalan Kutisari Selatan Surabaya. (Instagram @mmekuliner) - Image

Suami influencer kuliner jadi korban kekerasan di Jalan Kutisari Selatan Surabaya. (Instagram @mmekuliner)

JawaPos.com - Aksi kekerasan dan premanisme di Jalan Kutisari Selatan, Surabaya beredar luas di media sosial. Insiden yang diketahui terjadi pada Selasa malam (26/8) ini dibagikan oleh influencer @mmekuliner.

"Rek! tolong ini ada aksi kekerasan fisik dan premanisme di daerah Kutisari Selatan, Surabaya yang menimpa suami saya (J, 30 tahun)," tulis akun Instagram @mmekuliner dalam caption unggahan, dikutip Kamis (28/8).

Influencer pemilik nama asli Evelyn Yahya ini juga mengungkapkan kronologi. Mulanya, J sedang membeli dagangan PKL di daerah Kutisari Selatan. Ia pun sudah izin ke penjual untuk merekam dan dibuat konten.

"Saat suami saya mau ambil cash untuk bayar ke pedagangnya, tiba-tiba dicegat sama oknum yang mengaku keamanan di daerah tersebut (kami tidak tahu, karena kami bukan warga sekitar)," jelasnya.

Dua orang oknum mengenakan kaos putih dan jaket hitam itu menanyakan kepada J alasan merekam. Keduanya lantas meminta menunjukkan HP dan rekamannya. Namun, J menolak karena merasa tak merekam mereka.

"Suami saya menolak karena merasa tidak merekam mereka sama sekali, dan akhirnya terjadi cekcok yang berujung tamparan ke Wajah suami saya dan umpatan-umpatan ke suami saya," terang Evelyn.

Atas insiden tersebut. Evelyn dan suaminya (J) melaporkan dugaan kekerasan kepada Polsek Tenggilis Mejoyo dengan nomor STTLP/B/52/VIII/2025/SPKT/Polsek Tenggilis Mejoyo/Polrestabes Surabaya/Polda Jawa Timur.

Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Tenggilis Mejoyo, Ipda Yudi mengatakan kasus dugaan kekerasan yang menimpa J sedang diselidiki, dengan melakukan pemeriksaan terhadap terlapor.

"Saat ngevideo itu dia (korban) didatangi sama S kemudian ditegur kenapa kok merekam-merekam akhirnya cekcok. Terus ada kejadian itu (penamparan). Kasusnya masih kita dalami, terkait penganiayaan," tukas Ipda Yudi. 

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore