JawaPos.com - Di tengah meningkatnya pencemaran sungai di berbagai daerah, akses air bersih dan sehat bagi masyarakat masih terus diupayakan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.
Salah satunya dengan memanfaatkan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) Komunal. Tujuannya adalah mengurangi pencemaran limba rumah tangga di sungai dan penghematan air bersih.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mendorong setiap RW memiliki IPAL Komunal sebagai penampungan air bersih. Dengan ini, limbah rumah tangga dapat dimanfaatkan kembali sebelum akhirnya dialirkan ke sungai.
“Coba buat inovasi itu, sehingga setiap RW ada IPAL Komunal yang airnya bisa dimanfaatkan kembali dan sudah tersaring menjadi air yang bersih,” ujar Eri dalam sebuah Talkshow peringatan Hari Air Sedunia baru-baru ini.
Sebagai informasi, melansir dari laman resmi
ecoton.or.id/, 37 Wilayah Sungai Lintas Provinsi (WSLP) dan Wilayah Sungai Strategis Nasional (WSSN) di Indonesia mengalami kondisi darurat akibat pencemaran sampah dan mikroplastik.
Terlebih dari hasil uji kontaminasi mikroplastik di 82 lokasi sungai di seluruh Indonesia, Sungai Brantas di Jawa Timur tercatat sebagai yang paling tercemar, dengan tingkat kontaminasi mencapai 636 partikel mikroplastik per liter.
Baca Juga: Hari Air Sedunia 2025: Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Ajak Warga Jaga Kebersihan SungaiLebih lanjut, hingga saat ini, Pemkot Surabaya memiliki 238 IPAL Komunal, yang tersebar di 60 titik lokasi perkampungan. Sementara 178 titik IPAL Komunal lainnya tersebar di rusun, Sentra Wisata Kuliner, dan Puskesmas.
"Adanya IPAL, warga bisa manfaatkan air bekas limbah rumah tangga untuk menyiram tanaman, mencuci kendaraan, dan sebagainya, sehingga ketika nanti air itu dibuang ke Sungai Kalimas, airnya sudah bersih (tidak tercemar)," imbuhnya.
Keberadaan IPAL Komunal di setiap RW juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana edukasi masyarakat tentang bahaya pencemaran limbah rumah tangga dan penghematan air bersih di Surabaya.
(*)