
Saidi menunjukkan foto cucunya saat menunggu kabar tim SAR gabungan di Posko SAR Ponpes Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jumat (3/10/2025). (ANTARA/Naufal Ammar Imaduddin)
JawaPos.com – Saidi menatap nanar suasana di sekitar bangunan pondok pesantren (ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, dari dari Posko SAR. Ia menantikan nasib cucunya yang menjadi salah satu korban dalam tragedi memilukan itu.
Sang cucu, Muhammad Adam Virdiansyah, 13 tahun, tercatat sebagai salah satu santri yang berada di lokasi saat bangunan ponpes itu runtuh pada Senin (29/9), saat salat Asar rakat kedua.
Warga Sukodono, Sidoarjo, itu berharap Tim SAR gabungan segera menemukan cucunya. Meski amat terpukul, ia mengaku suah Ikhlas menerima apapun kondisi cucunya saat ditemukan nanti.
Saidi mengatakan, setiap pagi dirinya berada di sekitar lokasi evakuasi untuk menunggu perkembangan kabar dari tim SAR gabungan.
"Saya tidak minta apa-apa. hanya ingin bisa bertemu cucu saya, apapun kondisinya," ucap Saidi saat ditemui wartawan di Posko SAR gabungan di kompleks Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo, Jumat (3/10) sebagaimana dilansir dari Antara.
Menurut Saidi, sang cucu dikenal sebagai anak pendiam yang sejak kecil dan sudah berkeinginan mondok di pesantren.
"Dia sendiri yang minta mondok. Sejak lulus SD sudah bilang ingin masuk pesantren," tuturnya.
Oleh karena itu, ia mengaku terus berdoa agar proses evakuasi berjalan lancar dan keluarganya bisa segera mendapatkan kepastian. "Setiap hari saya hanya berdoa agar cepat ketemu," tutur Saidi.
Berdasarkan data dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), hingga Jumat (3/10) petang, sebanyak 116 orang telah dievakuasi dari reruntuhan musala Ponpes Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo.
Dari jumlah tersebut, 103 orang dinyatakan selamat dan 13 orang meninggal dunia. Dengan penemuan masih berada di sektor A3, dekat sektor A2 atau tidak jauh dari titik sebelumnya.
Dalam operasi tersebut, tim lapangan menggunakan berbagai peralatan khusus, mulai dari search cam flexible Olympus, Xaver 400 wall scanner, hingga multi search leader.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga mengerahkan dukungan logistik dan peralatan.
Termasuk 200 kantong jenazah, 250 set alat pelindung diri, serta alat berat berupa crane, excavator breaker, truk jungkit, hingga mobil ambulans.

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
