Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 28 September 2025 | 21.43 WIB

Pemkot Surabaya Mulai Pendataan Warga Door to Door Mulai 1 Oktober, Cegah Bansos Salah Sasaran

Ilustrasi Pemkot Surabaya mulai pendataan warga door to door mulai 1 Oktober. (Humas Pemkot Surabaya) - Image

Ilustrasi Pemkot Surabaya mulai pendataan warga door to door mulai 1 Oktober. (Humas Pemkot Surabaya)

JawaPos.com-Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berkomitmen untuk menyalurkan bantuan sosial tepat sasaran. Salah satunya dengan melakukan pendataan door to door mulai 1 Oktober 2025. 

Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kota Surabaya M. Fikser mengatakan, Pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) penting sebagai fondasi kebijakan yang akurat.

"DTSEN adalah program strategis pemerintah untuk menyatukan data kependudukan dan sosial ekonomi warga dengan mencocokkannya menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK)," ujar Fikser, Minggu (28/9).

Ada tiga tujuan pemutakhiran data. Pertama, menciptakan Satu Data untuk semua program, memastikan pemerintah hanya memiliki satu sumber data yang sama untuk semua kebijakan, mulai dari subsidi hingga perlindungan sosial.

"Tujuan kedua, menjamin program tepat sasaran. Tanpa data terbaru, bantuan sosial akan berisiko salah sasaran. Ini adalah upaya kami meminimalisir inclusion error dan exclusion error," sambung M. Fikser.

Kemudian, data yang mutakhir bisa mendukung perencanaan lebih baik bagi pembangunan jangka panjang. Khususnya dalam merancang intervensi di sektor kesehatan, pendidikan, dan pengentasan kemiskinan berbasis data.

Fikser mengatakan saat ini, Pemkot Surabaya sedang memberikan pelatihan kepada petugas, 25 - 28 September 2025. Pelatihan ini adalah langkah krusial untuk menjamin akurasi data, sebelum petugas door to door.

Pendataan akan dilakukan secara digital menggunakan aplikasi resmi BPS, FASIH-Mobile, dan dilengkapi dengan pengambilan foto rumah serta pencatatan lokasi dengan geotag untuk menjamin akurasi.

Masyarakat Kota Surabaya diimbau untuk kooperatif saat petugas datang ke rumah mulai 1 Oktober hingga 30 Oktober 2025. Fikser memastikan data warga tetap aman, informasi yang dikumpulkan dijaga kerahasiaannya. 

“Partisipasi warga sangat menentukan. Data yang lengkap akan membuat program pembangunan di Surabaya semakin sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Petugas juga sudah dilatih," tukas Fikser.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore