Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 16 April 2025 | 21.28 WIB

Asal Usul Kalimas Surabaya: Sungai Bersejarah yang Menjadi Simbol Persatuan Rakyat Suroboyo

Ilustrasi- Kalimas Surabaya dan sejarah panjang dibaliknya (tripadvisor) - Image

Ilustrasi- Kalimas Surabaya dan sejarah panjang dibaliknya (tripadvisor)

JawaPos.com - Kalimas, sebuah sungai yang membelah Kota Surabaya, bukan hanya dikenal sebagai salah satu jalur air yang penting bagi kehidupan warga, tetapi juga menyimpan kisah sejarah yang mendalam.

Dari pertempuran sengit antara Kerajaan Mataram dan Kadipaten Surabaya hingga menjadi simbol persatuan dan perjuangan melawan penjajahan, Kalimas menjadi saksi bisu berbagai peristiwa penting.

Kini, sungai ini bukan hanya menjadi bagian dari warisan sejarah, tetapi juga menjadi daya tarik wisata yang mengajak kita untuk mengenang kembali semangat persatuan yang pernah terjalin di masa lalu.

Melansir Mitos dan Fakta, mari kita telusuri lebih dalam asal usul Kalimas, yang tidak hanya menyimpan cerita perjuangan, tetapi juga menjadi simbol kekuatan bangsa.

Kalimas, Pecahan Sungai Brantas yang Penuh Sejarah

Kalimas merupakan salah satu pecahan dari Sungai Brantas yang mengalir di Surabaya dan bermuara ke Selat Madura. Selain menjadi batas alami antara Gresik dan Sidoarjo, sungai ini juga menyimpan cerita penting dalam konteks perjuangan rakyat Jawa.

Pada masa lalu, Kalimas menjadi jalur vital bagi pergerakan pasukan serta sumber kehidupan bagi masyarakat pesisir. Keberadaan sungai ini tidak lepas dari peranannya dalam sejarah peperangan antara Kerajaan Mataram dan Kadipaten Surabaya.

Ambisi Sultan Agung Mengusir Belanda dari Tanah Jawa

Pada abad ke-17, Sultan Agung, penguasa Kerajaan Mataram, memiliki ambisi besar untuk mengusir penjajah Belanda dari tanah Jawa.

Namun, langkahnya tak semudah yang dibayangkan. Beberapa wilayah pesisir, termasuk Surabaya, justru menolak tunduk pada kekuasaan Mataram.

Kadipaten Surabaya yang dipimpin oleh Adipati Pekik, menjadi salah satu lawan terbesar Sultan Agung karena memilih untuk menjaga kedaulatan wilayahnya sendiri di tengah gempuran kekuatan kolonial dan kerajaan.

Pertempuran Sengit di Perbatasan Surabaya

Mengetahui rencana penyerangan dari Sultan Agung, Adipati Pekik segera mempersiapkan pertahanan. Ia menunjuk Patih Suradigda, seorang panglima tangguh, untuk memimpin pasukan menghadapi Mataram.

Di sisi lain, pasukan Mataram dipimpin oleh Patih Tridanagara. Pertempuran sengit pun terjadi di perbatasan Surabaya.

Dalam duel penuh kehormatan dan strategi, Patih Suradigda berhasil melumpuhkan lawannya dan membuat pasukan Mataram mundur dalam keadaan kacau. Kemenangan ini menjadi titik balik sementara bagi Surabaya.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore