
Ilustrasi- Kalimas Surabaya dan sejarah panjang dibaliknya (tripadvisor)
JawaPos.com - Kalimas, sebuah sungai yang membelah Kota Surabaya, bukan hanya dikenal sebagai salah satu jalur air yang penting bagi kehidupan warga, tetapi juga menyimpan kisah sejarah yang mendalam.
Dari pertempuran sengit antara Kerajaan Mataram dan Kadipaten Surabaya hingga menjadi simbol persatuan dan perjuangan melawan penjajahan, Kalimas menjadi saksi bisu berbagai peristiwa penting.
Kini, sungai ini bukan hanya menjadi bagian dari warisan sejarah, tetapi juga menjadi daya tarik wisata yang mengajak kita untuk mengenang kembali semangat persatuan yang pernah terjalin di masa lalu.
Melansir Mitos dan Fakta, mari kita telusuri lebih dalam asal usul Kalimas, yang tidak hanya menyimpan cerita perjuangan, tetapi juga menjadi simbol kekuatan bangsa.
Kalimas, Pecahan Sungai Brantas yang Penuh Sejarah
Kalimas merupakan salah satu pecahan dari Sungai Brantas yang mengalir di Surabaya dan bermuara ke Selat Madura. Selain menjadi batas alami antara Gresik dan Sidoarjo, sungai ini juga menyimpan cerita penting dalam konteks perjuangan rakyat Jawa.
Pada masa lalu, Kalimas menjadi jalur vital bagi pergerakan pasukan serta sumber kehidupan bagi masyarakat pesisir. Keberadaan sungai ini tidak lepas dari peranannya dalam sejarah peperangan antara Kerajaan Mataram dan Kadipaten Surabaya.
Ambisi Sultan Agung Mengusir Belanda dari Tanah Jawa
Pada abad ke-17, Sultan Agung, penguasa Kerajaan Mataram, memiliki ambisi besar untuk mengusir penjajah Belanda dari tanah Jawa.
Namun, langkahnya tak semudah yang dibayangkan. Beberapa wilayah pesisir, termasuk Surabaya, justru menolak tunduk pada kekuasaan Mataram.
Kadipaten Surabaya yang dipimpin oleh Adipati Pekik, menjadi salah satu lawan terbesar Sultan Agung karena memilih untuk menjaga kedaulatan wilayahnya sendiri di tengah gempuran kekuatan kolonial dan kerajaan.
Pertempuran Sengit di Perbatasan Surabaya
Mengetahui rencana penyerangan dari Sultan Agung, Adipati Pekik segera mempersiapkan pertahanan. Ia menunjuk Patih Suradigda, seorang panglima tangguh, untuk memimpin pasukan menghadapi Mataram.
Di sisi lain, pasukan Mataram dipimpin oleh Patih Tridanagara. Pertempuran sengit pun terjadi di perbatasan Surabaya.
Dalam duel penuh kehormatan dan strategi, Patih Suradigda berhasil melumpuhkan lawannya dan membuat pasukan Mataram mundur dalam keadaan kacau. Kemenangan ini menjadi titik balik sementara bagi Surabaya.

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
