Logo JawaPos
Author avatar - Image
26 Maret 2025, 21.43 WIB

Keberangkatan Kapal ke Pulau Bawean Gresik Tertunda 21 Jam Akibat Cuaca Buruk, 400 Pemudik Baru Berlayar Subuh, Harus Cari Tempat Menginap

Pemudik naik kapal Express Bahari 3F di Pelabuhan Gresik menuju Pulau Bawean, Rabu (26/3). Keberangkatan Kapal tertunda 21 jam akibat cuaca buruk. (Istimewa) - Image

Pemudik naik kapal Express Bahari 3F di Pelabuhan Gresik menuju Pulau Bawean, Rabu (26/3). Keberangkatan Kapal tertunda 21 jam akibat cuaca buruk. (Istimewa)

GRESIK - Imbas cuaca buruk, kapal Express Bahari 3F tujuan Gresik-Bawean yang rencana berangkat pada Selasa (25/3) pukul 07.00 terpaksa ditunda. Penumpang baru diberangkatkan pada Rabu (26/3) pukul 04.00.

Boy, salah seorang pemudik, terpaksa harus mencari penginapan lebih dulu karena keberangkatan kapal tertunda hingga 21 jam.

Apalagi dirinya merupakan pemudik dari Malaysia. “Tahun kemarin tidak pulang, sekarang pulang bareng keluarga,” terangnya.

Perjalanan mudik Gresik - Bawean tidak hanya dilakukan oleh perantau dalam negeri. Warga Bawean yang bekerja di Malaysia hingga Singapura juga banyak yang mudik.

Dengan penundaan tersebut, mereka terpaksa mencari penginapan lebih dulu. “Ini pulang berdua dari Malaysia, karena tertunda ya mencari penginapan kemarin,” ucap Aisya, pemudik lain.

Kapal dengan waktu tempuh perjalanan 4 jam tersebut membawa 400 penumpang dan 1 jenazah. Penundaan keberangkatan juga dialami Kapal Express Bahari 6F. Dari rencana awal berangkat Rabu (26/3) pukul 07.00, harus ditunda menjadi pukul 14.00.

Cuaca di perairan Gresik-Bawean sejauh ini masih belum stabil. Di sisi lain, operator kapal dan otoritas pelabuhan telah menambah jadwal keberangkatan kapal untuk memfasilitasi arus mudik.

Perwira jaga Posko Mudik Pelabuhan Gresik Devri Andrey mengatakan bahwa terdapat 400 penumpang yang berlayar ke Bawean pagi tadi. Perjalanan tersebut juga membawa 1 jenazah. “Penumpang dewasa sebanyak 383;” ucapnya.

Gelombang arus mudik ke Bawean diprediksi mulai padat besok (27/3). Apalagi dalam sehari terdapat perjalanan kapal hingga dua kali. “Puncak arus mudik diprediksi pada 28 dan 29 Maret. Semoga cuaca tetap membaik,” imbuhnya.

Sementara itu, BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya mengimbau agar operator kapal tetap menaruh kewaspadaan terhadap cuaca beberapa hari ke depan. Mengingat masih berpotensi terjadi perubahan sewaktu-waktu. Terlebih Jawa Timur masih masuk siklus pancaroba.

Petugas BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya Adi mengatakan bahwa kondisi cuaca di perairan Gresik-Bawean beberapa hari ke depan masih dalam kondisi stabil. Seperti lebih sering berawan juga berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

Sementara itu, untuk perjalanan kapal, kecepatan angin maksimum mencapai 20 knot. Serta ketinggian gelombang mencapai 1,25 meter. “Masih perlu diwaspadai untuk cuaca di perairan Gresik - Bawean ke depan,” ujarnya. (Nugroho Galih Wicaksono)

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore