
Pemudik naik kapal Express Bahari 3F di Pelabuhan Gresik menuju Pulau Bawean, Rabu (26/3). Keberangkatan Kapal tertunda 21 jam akibat cuaca buruk. (Istimewa)
GRESIK - Imbas cuaca buruk, kapal Express Bahari 3F tujuan Gresik-Bawean yang rencana berangkat pada Selasa (25/3) pukul 07.00 terpaksa ditunda. Penumpang baru diberangkatkan pada Rabu (26/3) pukul 04.00.
Boy, salah seorang pemudik, terpaksa harus mencari penginapan lebih dulu karena keberangkatan kapal tertunda hingga 21 jam.
Apalagi dirinya merupakan pemudik dari Malaysia. “Tahun kemarin tidak pulang, sekarang pulang bareng keluarga,” terangnya.
Perjalanan mudik Gresik - Bawean tidak hanya dilakukan oleh perantau dalam negeri. Warga Bawean yang bekerja di Malaysia hingga Singapura juga banyak yang mudik.
Dengan penundaan tersebut, mereka terpaksa mencari penginapan lebih dulu. “Ini pulang berdua dari Malaysia, karena tertunda ya mencari penginapan kemarin,” ucap Aisya, pemudik lain.
Kapal dengan waktu tempuh perjalanan 4 jam tersebut membawa 400 penumpang dan 1 jenazah. Penundaan keberangkatan juga dialami Kapal Express Bahari 6F. Dari rencana awal berangkat Rabu (26/3) pukul 07.00, harus ditunda menjadi pukul 14.00.
Cuaca di perairan Gresik-Bawean sejauh ini masih belum stabil. Di sisi lain, operator kapal dan otoritas pelabuhan telah menambah jadwal keberangkatan kapal untuk memfasilitasi arus mudik.
Perwira jaga Posko Mudik Pelabuhan Gresik Devri Andrey mengatakan bahwa terdapat 400 penumpang yang berlayar ke Bawean pagi tadi. Perjalanan tersebut juga membawa 1 jenazah. “Penumpang dewasa sebanyak 383;” ucapnya.
Gelombang arus mudik ke Bawean diprediksi mulai padat besok (27/3). Apalagi dalam sehari terdapat perjalanan kapal hingga dua kali. “Puncak arus mudik diprediksi pada 28 dan 29 Maret. Semoga cuaca tetap membaik,” imbuhnya.
Sementara itu, BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya mengimbau agar operator kapal tetap menaruh kewaspadaan terhadap cuaca beberapa hari ke depan. Mengingat masih berpotensi terjadi perubahan sewaktu-waktu. Terlebih Jawa Timur masih masuk siklus pancaroba.
Petugas BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya Adi mengatakan bahwa kondisi cuaca di perairan Gresik-Bawean beberapa hari ke depan masih dalam kondisi stabil. Seperti lebih sering berawan juga berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Sementara itu, untuk perjalanan kapal, kecepatan angin maksimum mencapai 20 knot. Serta ketinggian gelombang mencapai 1,25 meter. “Masih perlu diwaspadai untuk cuaca di perairan Gresik - Bawean ke depan,” ujarnya. (Nugroho Galih Wicaksono)

11 Tempat Kuliner Gudeg di Surabaya Paling Enak Soal Rasa Bikin Nostalgia dengan Jogja
Penjelasan PLN Jakarta Mati Lampu Serentak Hari Ini, MRT hingga Lampu Merah Padam Total
Imran Nahumarury Angkat Bicara Usai Semen Padang Kalah dari Persib Bandung
BMKG Prediksi El Nino 2026 di Jatim Lemah, Tak Sekering 2023
Pengganti Bruno Moreira Sudah Ditemukan? Winger Rp 1,74 Miliar Ini Bikin Persebaya Surabaya Punya Senjata Baru
Rekomendasi 11 Kuliner Serba Kikil di Surabaya yang Empuk, Gurih dan Bumbu Khas yang Nendang
Jelajah 13 Kuliner Kebab di Surabaya yang Murah Meriah Isian Melimpah dan Rasa Juara
Masih Kekurangan Pegawai Terutama Guru, Pemkab Gresik Pastikan Tak Ada Pemecatan PPPK, Belanja Pegawai Hanya 29 Persen
Usai Kalahkan Australia, Ini Calon Lawan Timnas Futsal Indonesia di Semifinal AFF 2026
Update 4 Rumor Transfer Bintang Timnas Indonesia Musim Depan! Libatkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya dan PSV Eindhoven
