JawaPos.com-Ratusan mahasiswa, alumni, dan masyarakat dari berbagai wilayah Surabaya dan sekitarnya turun ke jalan untuk menggelar aksi demonstrasi besar, Jumat (21/2).
Aksi yang berlangsung di depan Gedung DPRD Jawa Timur, Jalan Indrapura, Surabaya, itu mengusung tema "Indonesia Gelap" sebagai bentuk solidaritas nasional dalam menentang sejumlah undang-undang yang dinilai tidak berpihak pada rakyat serta mendorong pengesahan aturan yang lebih pro-masyarakat.
Koordinator aksi, Thanthowy, yang juga merupakan akademisi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga, menegaskan bahwa gerakan ini merupakan kelanjutan dari protes sebelumnya. "Kami meminta agar undang-undang yang dibuat tanpa transparansi dan akuntabilitas segera dibatalkan," ujar Thanthowy di tengah jalannya demonstrasi.
Ia merinci beberapa tuntutan utama yang disampaikan dalam aksi ini. "Kami ingin pemerintah membatalkan undang-undang yang merugikan rakyat, segera mengesahkan aturan yang lebih berpihak pada masyarakat, seperti Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga, Undang-Undang tentang Tanah Adat, serta Undang-Undang Perampasan Aset. Selain itu, kami juga menolak kebijakan pemotongan anggaran yang sangat besar untuk sektor pendidikan dan infrastruktur," jelasnya.
Thanthowy menyoroti pemangkasan anggaran yang dianggap merugikan masyarakat secara luas. "Pemotongan dana pendidikan sebesar 110 triliun rupiah dan infrastruktur sebesar 80 triliun rupiah sangat berdampak buruk terhadap pembangunan dan kesejahteraan rakyat," katanya.
Jumlah peserta aksi yang awalnya berkisar 700 orang pada pukul 09.00 WIB terus bertambah seiring berjalannya waktu. Para demonstran berasal dari berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta, serta dari kalangan masyarakat umum.
Para peserta membawa berbagai spanduk serta poster yang berisi tuntutan mereka. Beberapa di antaranya bertuliskan "Tolak UU Anti-Rakyat!", "Sahkan UU Pro-Rakyat!", dan "Jangan Potong Anggaran Pendidikan dan Infrastruktur!". Aparat kepolisian dikerahkan untuk menjaga ketertiban selama aksi berlangsung.
Hingga berita ini diterbitkan, demonstrasi "Indonesia Gelap" masih berlanjut. Para peserta aksi berharap aspirasi mereka dapat didengar oleh pemerintah dan segera ditindaklanjuti. Mereka menegaskan bahwa perjuangan ini tidak akan berhenti sampai kebijakan yang dianggap merugikan rakyat benar-benar direvisi. (*)