Lima sekolah tersebut mewakili masing-masing tingkatan pendidikan, diantaranya PAUD atau Kelompok Bermain (KB) Yasporbi, SD Taquma, SMP Negeri 13 Surabaya, SMA Negeri 10 Surabaya, dan SMK PGRI 1 Surabaya.
Makan Bergizi Gratis merupakan inisiasi Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Program ini digadang-gadang bisa menekan kasus gizi buruk (stunting) di Indonesia.
Dalam pelaksanaan Makan Bergizi Gratis hari pertama di Surabaya, menu makanan yang disajikan cukup bervariasi. Ada nasi ditaburi wijen, sayur buncis campur wortel dan tahu, ayam kecap, semangka, dan susu UHT.
Sayangnya dari segi kemasan, menu makanan tersebut dikemas dengan kotak (wadah) plastik. Hal ini menyita perhatian bagi awak media, mengingat kemasan plastik tidak ramah lingkungan.
Ditemui saat meninjau pelaksanaan Makan Bergizi Gratis di SD Taquma, Jalan Jemur Ngawinan Nomor 54, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memberikan tanggapannya terkait wadah plastik.
"Apa yang perlu dievaluasi, tempatnya masih plastik. Nanti tempatnya (akan diganti) stainless steel dan sisa makanan tetap nggak boleh dibuang (juga gak boleh di bawa pulang, Red)," ujar Eri kepada awak media, Senin (13/1).
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pelaksanaan Makan Bergizi Gratis di SD Taquma diikuti oleh 329 siswa sebagai penerima manfaat. Baik itu dari siswa kelas 1 hingga siswa kelas 6.
Dari menu makanan bergizi, termasuk susu UHT yang disajikan hari ini, Eri menyebut kalori yang dihasilkan mencapai 444 Kal. "Jadi cukup untuk anak-anak selama belajar. Insyaallah kalau berjalan rutin, kalori anak tercukupi," tukasnya.