Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 16 September 2024 | 05.25 WIB

Wethan Wonderland Banjarsugihan, Wisata Baru di Surabaya Tawarkan Konsep Kampung Rasa Budaya Lokal dan Luar Negeri

Salah satu bagian dari kampung tematik Wethan Wonderland Banjarsugihan Surabaya. (Pemkot Surabaya) - Image

Salah satu bagian dari kampung tematik Wethan Wonderland Banjarsugihan Surabaya. (Pemkot Surabaya)

JawaPos.com–Wethan Wonderland Banjarsugihan merupakan satu dari puluhan kampung tematik di Surabaya. Sekaligus menjadi salah satu destinasi wisata baru di Kota Pahlawan.

Wethan Wonderland Banjarsugihan Surabaya menghadirkan enam kampung tematik yang mengusung konsep akulturasi budaya lokal dan mancanegara. Berlokasi di wilayah RW 1 Kelurahan Banjarsugihan, Kecamatan Tandes, Wethan Wonderland Banjarsugihan menawarkan enam kampung tematik. Yakni Kampung Terajana (Teras Jawa-Tiongkok), Kampung Jawara (Jawa-Eropa), Kampung Joker (Jowo-Korea), Kampung Adinda (Apache-Indian-Dayak), Kampung Nostalgia, dan Kampung Jelita (Jepang Bali).

Menurut Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) Kota Surabaya Irvan Wahyudrajad, kampung tematik ini menawarkan paket wisata yang cukup lengkap.

Pihak pengelola menyediakan armada kendaraan untuk mengantar rombongan wisatawan, menawarkan menu kuliner khas Surabaya, penyewaan kostum di tiap kampung tematik, hingga menyediakan merchandise.

Wisata jadi tidak membosankan, pemantiknya adalah Kampung Jepang lalu warga mengembangkan. Harapannya tidak berhenti di sini saja, nanti dengan Disbudporapar Surabaya juga akan dimasukkan dalam paket wisata,” ujar Irvan Wahyudrajad seperti dikutip dari laman Pemkot Surabaya.

Irvan menambahkan, pemkot akan menambah kampung tematik serupa agar bisa melestarikan nilai-nilai budaya lokal khususnya di Surabaya.

”Seperti di Wethan Wonderland memiliki beberapa kampung tematik, ada akulturasi kebudayaan luar negeri dan nuansa lokal. Kampung kreatif ini akan kita perbanyak, karena ada nilai-nilai budaya yang harus kita pertahankan di kampung tematik,” ujar Irvan Wahyudrajad.

Dia berharap Wethan Wonderland Banjarsugihan bisa menjadi objek wisata yang menarik untuk dikunjungi wisatawan mancanegara. Pemkot tengah mengembangkan kampung tematik. Sejauh ini sudah ada 35 kampung tematik yang tumbuh dengan mengenalkan dan mengembangkan potensi lokal, budaya, sejarah, dan kreativitas warga. Hal itu diharapkan bisa menjadi lokasi wisata yang menarik dan terjangkau bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.

”Dalam rangka pemerataan, wisata di perkampungan juga terus dikembangkan. Bagaimana wilayah di setiap kelurahan memiliki kampung tematik. Sehingga ketika Surabaya menjadi jujukan, sebagai kota MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) ada satu paket yang melekat,” ungkap Irvan.

Sebanyak 35 kampung tematik di Surabaya memiliki karakter masing-masing. Dengan melibatkan UMKM setempat, akan menggerakkan roda perekonomian di wilayah tersebut. Pemkot juga akan melibatkan perusahaan untuk pengembangan kampung-kampung tematik di Kota Pahlawan.

”Karena kampung tematik ini adalah hasil kreativitas warga, pemerintah hanya memfasilitasi dan mendorong. Kami menggandengkan perusahaan agar kampung tematik bisa berkelanjutan. Jadi butuh didampingi pemerintah, swasta, media, maupun akademisi khususnya di sektor wisata,” tutur Irvan Wahyudrajad.

Kampung tematik ini juga selaras dengan konsep compact city di kawasan Surabaya Barat. Salah satunya menyediakan kawasan hiburan menarik dan terjangkau. 

”Wisatawan bisa melihat melalui website Kelurahan Cantik, di sana bisa dilihat potensi masing-masing kelurahan. Ini juga digabungkan dengan konsep compact city, bagaimana ketika warga butuh hiburan, tidak harus pergi jauh-jauh,” terang Irvan Wahyudrajad.

Sementara itu, Kepala Bidang Pariwisata Dinas Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya Farah Andita Ramdhani mengatakan, kampung tematik merupakan bagian dari CBT (Community-Based Tourism), yaitu pariwisata berbasis masyarakat. 

”Ke depan kita libatkan mereka di forum komunikasi pengelola objek wisata. Selanjutnya kita akan identifikasi kebutuhan untuk pengembangan kampung, karena di sini sudah cukup setel,” kata Farah.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore