
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama pejabat OPD terkait meninjau kawasan rawan banjir di daerah Surabaya Barat, Minggu (18/2) (FOTO: ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)
JawaPos.com - Banjir dan genangan air masih menjadi salah satu masalah yang harus diatasi Pemkot Surabaya saat hujan lebat. Sejumlah ruas jalan di sejumlah wilayah di Surabaya beberapa kali tergenang saat diguyur hujan dalam beberapa hari terakhir.
Berdasar itu, Pemkot Surabaya akan lebih fokus melakukan perbaikan sejumlah infrastruktur drainase untuk mengatasi banjir di wilayah barat. Sebelumnya, fokus perbaikan infrastruktur lebih banyak di wilayah selatan dan timur.
Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya Syamsul Hariadi menargetkan tahun ini, pihaknya akan menanggulangi banjir yang sudah terjadi belasan tahun di Kecamatan Pakal dan Benowo.
"Kami mohon maaf kepada warga Surabaya Barat karena masih mengalami banjir. Kami sedang bekerja keras mengatasi. Karena memang dari dulu pembangunan terfokus ke wilayah timur-selatan. Surabaya Barat ini dari sisi jumlah rumah pompa juga kurang, dan saluran juga kurang maksimal," ujar Syamsul, Senin (19/2) seperti dikutip dari Radar Surabaya (Jawa Pos Group).
Seperti diketahui, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menginstruksikan DSDABM untuk mengebut penanganan sementara pencegahan banjir. Pengerjaan itu akan dilakukan bersamaan dengan pembangunan drainase permanen.
“Untuk saat ini pembangunan dilaksanakan di wilayah darurat terlebih dahulu. Bersamaan dengan penanganan sementara menggunakan karung-karung pasir. Karena ketahanan karung pasir tidak sampai satu tahun sudah jebol lagi,” ucap Syamsul.
Syamsul menyatakan ketinggian banjir di sejumlah wilayah Surabaya Barat tersebut sudah mencapai 50-70 cm. Bahkan, hingga Minggu (18/2) dini hari WIB di wilayah Pakal masih tergenang.
"Banjir di wilayah Tengger ini kiriman dari wilayah di atasnya, yaitu Citraland. Hujan selesai sekitar 30 menit sampai satu jam baru banjirnya datang. Instruksi Pak Wali kemarin, tanggulnya ditinggikan sambil berkoordinasi dengan pihak Citraland,” imbuh Syamsul.
Syamsul menambahkan peninggian jalan Tengger Raya juga dilakukan hingga sekitar 50 meter dengan panjang 500 meter. "Kalau tanggulnya sudah selesai kita tinggikan juga jalannya 30-50 sentimeter. Jadi, mulai Jembatan Tengger itu ke arah Jalan Kandangan, sekitar 500 meter," paparnya.
Nantinya, pembangunan tanggul dan peninggian jalan Tengger tersebut akan dilakukan dengan skema swakelola. Namun, sambil menunggu proyek itu diwujudkan, DSDABM terus melakukan pengurukan sandbag sebagai penahan air.
"Yang penting kita uruk dulu, kemudian dipadatkan. Kita targetkan semua satu bulan selesai (pembangunan tanggul) sama peninggian jalan," pungkas Syamsul.

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
