Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 13 Januari 2024 | 19.10 WIB

Unik! Jembatan Bungkuk di Surabaya Ini Menggunakan Pipa Bekas Minyak Mentah Berangka Tahun 1920

BESI BAJA: Konstruksi jembatan yang melengkung di atas sungai membuat jembatan disebut jembatan Bungkuk.(MAHRUS/RADAR SURABAYA) - Image

BESI BAJA: Konstruksi jembatan yang melengkung di atas sungai membuat jembatan disebut jembatan Bungkuk.(MAHRUS/RADAR SURABAYA)

JawaPos.com - Keberadaan jembatan di kawasan sungai Kalimas sekitar Jalan Ngagel-Darmo Kali, disorot publik lantaran bentuk dan konstruksi jembatannya yang terbilang unik.

Dilansir Radar Surabaya (JawaPos Grup), pada Sabtu (13/1), jembatan yang masih menggunakan konstruksi lama dari baja ini bernama jembatan Bungkuk atau warga sekitar menyebutnya kretek bungkuk.

Koordinator Begandring Soerabaia Surabaya Nanang Purwono mengatakan, jembatan tersebut disebut jembatan Bungkuk, karena konstruksinya yang melengkung di atas sungai Kalimas.

"Melihat ada angka tahun (1920) pada pipa di sana bahwa pembangunan pada sekitar awal abad 20," jelas Nanang, seperti yang dikutip Radar Surabaya (JawaPos Grup), pada Sabtu (13/1).

Menurutnya, pada jaman dulu jembatan memang seringkali dibuat melengkung, dan memiliki konstruksi di tengah-tengahnya bisa diangkat, umumnya hal itu disebut jembatan angkat.

Bentuk jembatan yang dibuat melengkung tersebut dikarenakan pada masa kolonial, disekitar sungai Kalimas masih digunakan sebagai sarana transportasi air.

Sehingga, banyak perahu yang hilir mudik melintasi aliran sungai Kalimas. Alhasil, dahulu banyak jembatan di atas sungai Kalimas melengkung dan bisa diangkat. Salah satunya seperti jembatan Petekan.

"Konstruksi jembatan masih asli. Terbuat besi baja dan lantai kayu. Hanya lantai kayu yang mengalami pergantian beberapa," tambah Nanang.

Sementara itu, pemerhati sejarah Surabaya Kuncarsono Prasetyo memiliki penjelasan berbeda. Menurutnya, jembatan itu sebenarnya merupakan jembatan baru.

"Itu jembatannya baru. Tapi pipanya yang lama karena itu bekas pipa minyak mentah tahun 1920-an," ungkap Kuncar, seperti yang dikutip Radar Surabaya (JawaPos Grup), pada Sabtu (13/1).

Lebih lanjut Kuncar menerangkan, untuk konstruksi jembatan memang masih menggunakan konstruksi besi baja lama dengan alas jembatan berupa kayu. "Iya konstruksi lama. Itu sekarang pipa PDAM," jelasnya.

Terlepas dari lama atau barunya jembatan tersebut, diketahui hingga saat ini, jembatan itu masih aktif digunakan warga sekitar untuk jalan kaki menyeberang dari kawasan Darmo Kali ke Ngagel ataupun sebaliknya.

**

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore