
Seorang pelari melintasi garis finis dalam ajang Nara Ultramarathon di Kashihara, Prefektur Nara, pada 31 Mei 2026. (Kyodo)
JawaPos.com - Ultramaraton semakin populer di Jepang. Bagi banyak pelari, lomba dengan jarak lebih dari 42,195 kilometer tersebut bukan lagi sekadar ajang mengejar catatan waktu, melainkan perjalanan untuk menikmati pemandangan, kuliner, dan suasana daerah yang dilewati.
Dilansir dari Kyodo, Kamis (27/8), para peserta Nara Ultramarathon bahkan berlari selama sekitar setengah hari melewati hutan, sungai, dan situs bersejarah. Banyak peserta memulai lomba sebelum matahari terbit, sekitar pukul 04.30, dengan kepuasan mencapai garis finis menjadi hadiah utama.
Nara Ultramarathon yang digelar perdana pada Mei lalu mendapat sambutan besar. Kapasitas peserta sebanyak 3.000 orang habis hanya sehari setelah pendaftaran dibuka.
Menurut R-bies Co., penerbit majalah lari Runners yang berbasis di Tokyo, jumlah lomba ultramaraton domestik di Jepang meningkat dari 27 pada 2021 menjadi 44 pada 2025.
Jumlah peserta yang mengikuti lomba juga lebih dari dua kali lipat, dari sekitar 14.000 menjadi sekitar 32.000 orang dalam periode yang sama.
Berbeda dengan maraton penuh, ultramaraton sering digelar di sepanjang pesisir atau kawasan pegunungan. Penyelenggara menghadapi tantangan ketika harus menutup lalu lintas dalam waktu lama jika lomba digelar di tengah kota.
Nara Ultramarathon menjadi salah satu contoh. Perlombaan dimulai dari situs Istana Fujiwara di Kashihara, kemudian membawa pelari melewati perbukitan terjal di kawasan Asuka, menaiki 500 anak tangga menuju Kuil Kinpusenji yang masuk daftar Warisan Dunia, serta menyusuri Sungai Yoshino.
"Bagi saya, bagian terbaiknya adalah bisa berlari dikelilingi sungai dan hutan," kata Yusuke Kono, 39, warga Osaka.
Durasi lomba yang mencapai sekitar setengah hari membuat strategi peserta berbeda dari maraton biasa. Banyak pelari tidak terlalu memikirkan waktu dan justru menikmati pos bantuan serta berbincang dengan sukarelawan di sepanjang rute.
"Dalam maraton penuh, Anda tidak benar-benar punya waktu untuk berhenti dan makan di pos bantuan," kata Risako Morisaka, 48, warga Nara.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Susunan Pemain Atletico Madrid vs Bayern Munchen: Alex Baena Ingin Tim Tamu Kesulitan
Prediksi Galatasaray vs Stuttgart: Tuan Rumah Punya Modal Bagus,tetapi Tim Tamu Siap Beri Perlawanan
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022