Tim putri UNJ dan putra UIN SGD Bandung sukses menjuarai Campus League Futsal The Nationals 2025. (Dimas Ramadhan/JawaPos.com)
JawaPos.com - Rangkaian Campus League Futsal The Nationals 2025 telah tuntas dengan menghasilkan dua tim juara. Tuan rumah Universitas Negeri Juara (UNJ) berhasil menjadi juara di kategori putri, sementara gelar kategori putra menjadi milik Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung.
UNJ lebih dulu memastikan gelar musim nol ini setelah berhasil menumbangkan perwakilan Jawa Barat, STKIP Pasundan Cimahi pada partai final. Tuan rumah menang dengan skor tipis 2-1 di GOR UNJ, Rawamangun, Jakarta Timur, Minggu (7/12) siang.
Kemenangan UNJ ini sangat dramatis karena kedua tim sebenarnya bermain sama kuat 1-1 hingga pertandingan nyaris berakhir. Tapi tuan rumah mencetak gol krusial saat waktu menyisakan 33 detik lewat Ade Flora, sekaligus membuat seluruh tribun pecah oleh sorak-sorai.
Asisten pelatih tim putri UNJ, Gusti Andri Yanto mengaku sangat bangga dengan perjuangan timnya. Sebab anak asihnya menolak menyerah hingga detik terakhir.
"Sangat luar biasa. UNJ dan STKIP sama-sama bermain bagus. Namun, di sini mental yang berbicara," ujar Gusti usai pertandingan.
"Kami berjuang hingga detik terakhir dan akhirnya mendapatkan gol di detik-detik terakhir. Kuncinya adalah semangat anak-anak untuk bisa meraih gelar juara," tambahnya.
Kemudian di kategori putra, tim Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati (UIN SGD) Bandung menjadi juara dengan penampilan nyaris sempurna. Tanpa ampun mereka mengandaskan perlawanan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) di final dengan skor 3-0.
UIN SGD Bandung tampil mendominasi sejak menit awal hingga akhir. Gelar pun bisa diraih sekaligus mereka berhasil menegaskan dominasinya di Campus League 2025. Sebelumnya tim besutan Deden Zaeni Muhibban ini memenangi fase regional Jakarta pekan lalu.
"Alhamdulillah saya bangga dengan semua dukungan, bangga terhadap anak-anak, bangga juga terhadap diri saya sendiri. Saya membentuk tim ini cukup lama, sejak saya menjadi pemain di UIN. Saya sejak dua tahun yang lalu bersama anak-anak membangun tim ini," ujar Deden usai laga.
"Kuncinya yang paling utama adalah edukasi. Saya sebagai kepala mereka selalu haus dengan ilmu. Saya selalu upgrade dengan sharing bersama pelatih-pelatih lain, termasuk mengikuti perkembangan arah timnas futsal. Jadi ketika saya upgrade dan kemudian anak-anak juga bisa upgrade, kita bisa berkembang terus," tambah dia.
Sementara itu, Ryan Gozali selaku CEO Campus League mengaku senang akhirnya season zero Campus League bisa tuntas. Ajang pemanasan ini telah berlangsung sejak awal November untuk fase regional dan awal Desember untuk fase nasional, dan digelar dengan sebuah persiapan yang sangat singkat.
Menurut Ryan Gozali, ini jadi sinyal bagus untuk Campus League mempersiapkan musim pertama yang sesungguhnya pada tahun depan. Dia yakin edisi perdana nanti akan lebih baik.
"Pastinya karena waktu persiapan kemarin terbatas, saya harus akui masih banyak kekurangan. Tapi tidak apa bagi saya, makanya ini saya buat menjadi musim zero. Saya memang ingin semua kesalahan bisa terkumpul sekarang, agar di musim pertama nanti jauh lebih siap," ujar Ryan Gozali.
"Meski demikian, kami melihat animo dan gaungnya cukup berasa. Kami mendapatkan banyak feedback yang positif. Banyak yang merasa ini awalnya seperti turnamen pada umumnya, tapi tidak ada yang menyangka seserius ini. Setelah melihat keseriusan kami, mereka yang bertanding pun ingin mempersiapkan diri lebih baik lagi," sambungnya.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
