
Islam Makhachev jadi salah satu petarung MMA paling berbahaya di UFC. Dia mulai belajar bela diri di usia 7 tahun. (Instagram/@espnmma)
JawaPos.com — Sejarah UFC penuh dengan momen-momen dramatis yang selalu menarik untuk dikenang. Salah satu peristiwa mengejutkan terjadi sembilan tahun lalu, ketika Islam Makhachev, yang saat itu baru berusia 24 tahun, mengalami kekalahan pertamanya di UFC.
Pada 3 Oktober 2015, di ajang UFC 192 yang digelar di Toyota Center, Houston, Texas, Islam Makhachev harus menghadapi petarung asal Brasil, Adriano Martins. Pertarungan ini awalnya dianggap sebagai salah satu batu loncatan Islam Makhachev di dunia MMA, mengingat reputasinya sebagai calon bintang.
Namun, dalam waktu kurang dari dua menit, sesuatu yang tak terduga terjadi. Martins, yang tidak diunggulkan dalam pertarungan itu, berhasil menjatuhkan Islam Makhachev dengan pukulan keras yang membuat wasit menghentikan pertarungan. Islam Makhachev terkena KO.
Meski begitu, hasil pertarungan ini tidak lepas dari kontroversi. Banyak yang berpendapat wasit menghentikan pertarungan terlalu cepat, mengingat Islam Makhachev tidak benar-benar pingsan. Dia masih dalam proses mencoba bertahan dan mencari posisi lebih aman.
Namun, posisi jatuhnya Islam Makhachev membuat wasit memutuskan untuk menghentikan laga demi keselamatan. Meski terasa pahit bagi banyak penggemarnya, keputusan wasit tetap sah dan Martins dinyatakan menang.
Kekalahan ini sempat membuat langkah Islam Makhachev tertahan di UFC. Namun, sang petarung asal Rusia ini tak membiarkan kekalahan tersebut menghalangi kariernya. Sebaliknya, ia justru bangkit dengan lebih kuat dan tak terkalahkan sejak saat itu.
Setelah kekalahan tragis tersebut, Islam Makhachev membangun kembali reputasinya di UFC dengan memenangkan sepuluh pertarungan berturut-turut. Dalam perjalanan ini, ia meraih enam kemenangan dengan penyelesaian, menunjukkan kemampuan teknik bertarung yang semakin matang.
Puncak kesuksesan Islam Makhachev terjadi ketika ia mendapatkan kesempatan bertarung untuk memperebutkan gelar Kelas Ringan UFC yang kosong. Pada saat itu, ia harus berhadapan dengan Charles Oliveira, petarung yang dikenal sangat berbahaya di dalam octagon.
Namun, Islam Makhachev tampil gemilang dalam pertarungan tersebut. Ia mendominasi Oliveira dan berhasil merebut gelar juara Kelas Ringan UFC, mengukuhkan dirinya sebagai salah satu petarung terbaik di dunia. Tak hanya itu, Islam Makhachev juga telah mempertahankan gelarnya sebanyak tiga kali, terakhir melawan Dustin Poirier.
Di sisi lain, nasib Adriano Martins setelah kemenangan mengejutkan atas Islam Makhachev tidak begitu baik. Meski sempat menjadi bintang setelah kemenangan tersebut, kariernya di UFC berakhir dengan tragis.
Setelah mengalahkan Islam Makhachev, Martins mengalami dua kekalahan berturut-turut yang membuatnya akhirnya dikeluarkan dari UFC. Tidak hanya itu, ia juga mengalami tiga kekalahan lagi setelah keluar dari UFC, yang semakin menurunkan reputasinya di dunia MMA.
Kisah dua petarung ini—Islam Makhachev dan Adriano Martins—menunjukkan betapa tak terduga dunia MMA. Satu momen bisa mengubah segalanya. Islam Makhachev, yang sempat terkena KO dan mengalami kekalahan, kini menjadi salah satu petarung terbaik di dunia dengan rekor 26-1 yang luar biasa.
Sedangkan Martins, yang sempat merasakan puncak karier setelah mengalahkan Islam Makhachev, harus berjuang keras untuk kembali ke jalur kemenangan setelah mengalami serangkaian kekalahan. Perjalanan kariernya tidak berjalan mulus, namun semangatnya untuk terus bertarung tetap ada.
Kenangan tentang kekalahan Islam Makhachev sembilan tahun lalu itu menjadi bagian dari sejarah panjang UFC. Meski tragis bagi Islam Makhachev, momen itu justru menjadi titik balik dalam kariernya, yang membawanya menuju kesuksesan luar biasa saat ini.
Pertarungan antara Islam Makhachev dan Martins akan selalu dikenang oleh para penggemar UFC. Bagi Islam Makhachev, kekalahan itu adalah pelajaran berharga yang membuatnya semakin kuat dan fokus dalam mengejar gelar juara.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
