Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 20 Desember 2025 | 23.31 WIB

Tidak Berisik Ketika Kalah, Tidak Cari Kambing Hitam Kala Terbenam: Mereka yang Tak Tersorot Kamera SEA Games 2025

Petinju Indonesia Maikhel Roberrd Muskita (kanan) melihat lawannya petinju Filipina Eumir Felix Marcial (kiri) usai bertanding pada final tinju kelas 80 kilogram putra SEA Games 2025. (ANTARA)

SEA Games 2025 Thailand meninggalkan banyak cerita tentang emas, podium tertinggi, dan lagu kebangsaan yang berkumandang.

Oleh Muhammad Ramdan/ANTARA

JawaPos.com - Kamera merekam selebrasi, air mata bahagia, serta kisah perjuangan atlet peraih medali. Namun di balik sorotan itu, ada cerita lain yang jarang mendapat ruang.

Kisah mereka yang kalah, mereka yang pulang tanpa emas, bahkan tanpa medali.

Tulisan ini bukan tentang ofisial tim yang bekerja di balik layar, juga bukan tentang strategi atau rapat evaluasi. Mereka juga berjuang dan tak banyak mendapat ruang bidikkan.

Namun ini adalah cerita tentang atlet-atlet Indonesia yang pada SEA Games 2025 tak tersorot kamera. Bukan karena mereka gagal berjuang, melainkan karena hasil belum berpihak.

Dalam olahraga, kalah adalah keniscayaan. Namun menerima kekalahan tidak selalu mudah. Terutama bagi mereka yang telah mengorbankan waktu, tenaga, bahkan masa muda untuk satu momen bernama pertandingan.

Kalah bukan sekadar soal skor, tetapi juga soal harapan yang runtuh, target yang meleset, dan rasa sesak yang tak selalu bisa diucapkan.

Indonesia mengirim lebih dari seribu atlet ke Thailand. Raihan 91 emas (hingga tulisan ini terbit) patut disyukuri, tetapi angka itu juga menyiratkan fakta lain yakni jauh lebih banyak atlet yang belum mampu mencapai podium. Di situlah keheningan kerap hadir.

Tangis yang tertahan, tatapan kosong, hingga diam panjang di sudut arena, semua menjadi pemandangan yang jarang tersiar.

Kamis (18/12) sore itu, di Hua Mark Velodrome, Bang Kapi, Bangkok, sunyi terasa begitu tebal.

Harapan tim balap sepeda Indonesia untuk merebut emas nomor men’s team pursuit kandas bukan karena kalah adu tenaga, melainkan akibat kendala teknis di detik-detik awal lomba.

Indonesia yang menurunkan Terry Yudha Kusuma, Juilan Abimanyu, Yosandy Darmawan Oetomo, Muhammad Andy Royan, dan Bernard Benjamin van Aert dinyatakan tidak finis setelah dua pembalap mengalami masalah klip pedal.

Akibatnya, tim didiskualifikasi.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore