Petinju Indonesia Maikhel Roberrd Muskita (kanan) melihat lawannya petinju Filipina Eumir Felix Marcial (kiri) usai bertanding pada final tinju kelas 80 kilogram putra SEA Games 2025. (ANTARA)
SEA Games 2025 Thailand meninggalkan banyak cerita tentang emas, podium tertinggi, dan lagu kebangsaan yang berkumandang.
Oleh Muhammad Ramdan/ANTARA
JawaPos.com - Kamera merekam selebrasi, air mata bahagia, serta kisah perjuangan atlet peraih medali. Namun di balik sorotan itu, ada cerita lain yang jarang mendapat ruang.
Kisah mereka yang kalah, mereka yang pulang tanpa emas, bahkan tanpa medali.
Tulisan ini bukan tentang ofisial tim yang bekerja di balik layar, juga bukan tentang strategi atau rapat evaluasi. Mereka juga berjuang dan tak banyak mendapat ruang bidikkan.
Namun ini adalah cerita tentang atlet-atlet Indonesia yang pada SEA Games 2025 tak tersorot kamera. Bukan karena mereka gagal berjuang, melainkan karena hasil belum berpihak.
Dalam olahraga, kalah adalah keniscayaan. Namun menerima kekalahan tidak selalu mudah. Terutama bagi mereka yang telah mengorbankan waktu, tenaga, bahkan masa muda untuk satu momen bernama pertandingan.
Kalah bukan sekadar soal skor, tetapi juga soal harapan yang runtuh, target yang meleset, dan rasa sesak yang tak selalu bisa diucapkan.
Indonesia mengirim lebih dari seribu atlet ke Thailand. Raihan 91 emas (hingga tulisan ini terbit) patut disyukuri, tetapi angka itu juga menyiratkan fakta lain yakni jauh lebih banyak atlet yang belum mampu mencapai podium. Di situlah keheningan kerap hadir.
Tangis yang tertahan, tatapan kosong, hingga diam panjang di sudut arena, semua menjadi pemandangan yang jarang tersiar.
Kamis (18/12) sore itu, di Hua Mark Velodrome, Bang Kapi, Bangkok, sunyi terasa begitu tebal.
Harapan tim balap sepeda Indonesia untuk merebut emas nomor men’s team pursuit kandas bukan karena kalah adu tenaga, melainkan akibat kendala teknis di detik-detik awal lomba.
Indonesia yang menurunkan Terry Yudha Kusuma, Juilan Abimanyu, Yosandy Darmawan Oetomo, Muhammad Andy Royan, dan Bernard Benjamin van Aert dinyatakan tidak finis setelah dua pembalap mengalami masalah klip pedal.
Akibatnya, tim didiskualifikasi.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
