
Mantan bos Formula Satu, Bernie Ecclestone ketika tiba di Pengadilan Southwark Crown di London, Inggris pada Kamis (12/10) untuk sidang kasus penipuan. (Sumber: REUTERS/Belinda Jiao)
JawaPos.com - Mantan bos Formula Satu, Bernie Ecclestone terhindar dari hukuman penjara pada Kamis (12/10), setelah dia mengaku bersalah untuk pemalsuan aset luar negeri yang dimilikinya dan laporan palsu yang menyesatkan badan pajak Inggris.
Ecclestone juga telah menyetujui penyelesaian perdata dengan HM Revenue and Customs (HMRC), di mana ia akan membayar sebanyak 642,6 juta Pound atau sekitar Rp 12 triliun yang mencakup pajak, bunga, dan denda selama 18 tahun pajak antara tahun 1994-2022, kata jaksa Richard Wright.
Pria berusia 92 tahun itu hadir di Pengadilan Southwark Crown London dan mengaku bersalah atas satu tuduhan penipuan dengan perwakilan palsu, hanya sebulan sebelum dia diadili.
Ecclestone mengaku memberikan jawaban yang menyesatkan kepada HMRC pada pertemuan Juli 2015, ketika dia mengatakan bahwa dia hanya mendirikan satu perwalian demi putrinya dan bukan penerima manfaat atau pemilik aset dari perwalian lainnya.
Faktanya, dia adalah pemilik aset dan penerima manfaat dari berbagai perwalian, termasuk salah satu perusahaan yang mengirimkan 416 juta Pound atau sekitar Rp 7 triliun ke rekening bank di Singapura pada 2010, kata HMRC.
Hakim Simon Bryan menjatuhkan hukuman penjara 17 bulan kepada Ecclestone yang ditangguhkan selama dua tahun, yang berarti dia hanya akan masuk penjara jika dia melakukan pelanggaran pidana lain dalam jangka waktu tersebut.
Pengacara Ecclestone, Clare Montgomery, mengatakan kepada pengadilan bahwa kliennya 'tidak mengetahui posisi sebenarnya' tentang apakah dia penerima atau pemilik aset dari perwalian lain, dan mengatakan bahwa jawabannya terhadap HMRC adalah 'kesalahan yang impulsif'.
Andrew Penhale, kepala jaksa penuntut di Crown Prosecution Service, mengatakan dalam sebuah pernyataan, "Semua anggota masyarakat Inggris, terlepas dari seberapa kaya atau terkenalnya mereka, harus membayar pajak dan transparan serta terbuka dengan HMRC tentang urusan keuangan mereka."
Richard Las, kepala investigasi dan direktur Layanan Investigasi Penipuan di HMRC, mengatakan Ecclestone telah berbohong kepada pihaknya.
"Pengakuan ini menunjukkan tidak ada seorang pun yang kebal hukum dan HMRC akan bekerja tanpa kenal lelah untuk memastikan sistem perpajakan adil bagi semua orang dan membayar layanan publik," tambahnya.
Ecclestone telah berusaha menghentikan penuntutan pada awal tahun ini, dan pengacaranya berpendapat bahwa mengadilinya akan menimbulkan risiko serius bagi hidupnya.
Seorang ahli jantung memberikan bukti bahwa tekanan dari persidangan membuat kondisi mantan bos Formula Satu itu menurun, dan risiko terbesar adalah meninggal.
Namun, Bryan mengatakan, "Tidak ada ancaman nyata dan langsung terhadap nyawa Ecclestone karena proses persidangan."
Keputusan tersebut juga menyatakan bahwa Ecclestone membayar sekitar 250 juta Pound atau setara dengan Rp 4 triliun pajak penghasilan dan keuntungan modal kepada HMRC antara 1999-2017.

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
