Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 5 Juli 2020 | 01.05 WIB

Konsep Kompetisi Tidak Jelas, Persebaya Belum Renegosiasi Kontrak

Photo - Image

Photo

JawaPos.com – Tim pelatih dan pemain Persebaya Surabaya menerima gaji 25 persen sejak Maret lalu. Skema pembayaran itu dilakukan hingga Juni kemarin. Lalu, bagaimana dengan pembayaran gaji untuk Juli?

Hingga saat ini, belum ada kejelasan. Apakah pemain dan pelatih tetap dibayar 25 persen dari total gaji. Atau ada skema baru yang bakal diterapkan. Pelatih Persebaya Aji Santoso mengaku belum tahu bagaimana rencana manajemen ke depan. ’’Sampai saat ini belum ada pembicaraan renegosiasi kontrak,’’ katanya saat dihubungi Jawa Pos.

Meski begitu, pelatih 50 tahun tersebut memaklumi hal itu. Lagi pula, dia yakin manajemen Green Force –julukan Persebaya– akan mengambil keputusan terbaik. ’’Apalagi keputusan (negosiasi kontrak) kan bergantung dari federasi juga,’’ tambah Aji. Dia mencontohkan pembayaran gaji 25 persen yang dilakukan sebelumnya. Itu merupakan aturan dari PSSI. Karena itu, untuk saat ini, Aji berharap PSSI kembali memberikan kejelasan.

Yang paling penting adalah soal kejelasan kompetisi. ’’Harus segera diumumkan tanggal kickoff-nya kapan. Sistem kompetisinya seperti apa,’’ jelas bapak lima anak tersebut.

Menurut dia, kejelasan kompetisi akan berdampak langsung pada proses negosiasi ulang yang akan dilakukan. ’’Kalau semua sudah jelas, renegosiasi bisa langsung dilakukan. Ini semua menunggu kejelasan saja,’’ tambah mantan pelatih Persela Lamongan tersebut.

Renegosiasi kontrak tak hanya membahas soal nominal gaji yang diterima, tapi bisa juga membahas soal durasi kontrak pemain maupun pelatih. Aji, misalnya. Kontraknya bersama Green Force akan habis akhir tahun ini. Begitu pula beberapa pemain lain. Mayoritas kontrak mereka kedaluwarsa pada Desember nanti. Nah, karena belum ada kejelasan kompetisi, sampai saat ini durasi kontrak masih tetap sama.

Karena itu, Aji menunggu kejelasan dari pihak federasi. Jika sudah ada kejelasan, Aji belum bisa berbuat banyak. ’’Saya sebagai bagian dari Persebaya menunggu arahan dari manajemen seperti apa,’’ tambah pelatih asli Kabupaten Malang tersebut. Sejatinya, PSSI sudah menerbitkan aturan baru. Yakni, setiap klub boleh membayar pemain sebesar kisaran 50 persen dari total gaji. Tapi, aturan itu berlaku satu bulan sebelum kompetisi dimulai.

Artinya, penerapan baru bisa dilakukan September mendatang. Karena itu, pemain dan pelatih Green Force harus segera melakukan renegosiasi kontrak. Minimal untuk gaji Juli dan Agustus. ’’Kami tim pelatih hanya menunggu saja keputusannya nanti seperti apa,’’ terang kapten Persebaya saat juara Liga Indonesia musim 1996–1997 tersebut.

Kalaupun ada renegosiasi kontrak, mungkin hal itu bisa dilakukan secara virtual. Maklum, sejauh ini, mayoritas pemain Green Force tengah berada di kampung halaman masing-masing. Hanya ada Oktafianus Fernando, Makan Konate, dan Patrich Wanggai yang bertahan di Surabaya. Selain itu, ada beberapa pemain yang memang bermukim di Surabaya. Sebut saja Rizky Ridho, Koko Ari Araya, dan M. Syaifuddin.

Ada juga pemain yang tinggal di Sidoarjo. Mereka adalah Rendi Irwan, Angga Saputra, dan Rachmat Irianto. Dua asisten pelatih Uston Nawawi dan Bejo Sugiantoro juga tinggal di Sidoarjo. Artinya, mereka bisa saja melakukan renegosiasi kontrak anyar secara langsung.

Editor: Mohammad Ilham
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore