
Kiper PSIM Jogjakarta Cahya Supriadi. (Istimewa)
JawaPos.com–Kiper andalan PSIM Jogjakarta Cahya Supriadi mendapat kabar menggembirakan setelah namanya masuk dalam daftar provisional skuad Timnas Indonesia untuk agenda FIFA Series 2026. Daftar skuad sementara tersebut diumumkan PSSI sebagai bagian dari persiapan tim nasional di bawah pelatih baru John Herdman.
Masuknya Cahya Supriadi dalam daftar ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi klub berjuluk Laskar Mataram. Bagi manajemen PSIM, pemanggilan ke timnas Indonesia tersebut menjadi bukti bahwa kualitas pemain mereka mulai mendapat perhatian di level nasional, terutama setelah klub kembali bersaing di kasta tertinggi sepak bola Indonesia pada musim BRI Super League 2025/26.
Manajer PSIM Razzi Taruna menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang didapatkan oleh penjaga gawang berusia 23 tahun tersebut. Status Cahya saat ini masih berada dalam daftar awal yang nantinya akan diseleksi kembali oleh tim pelatih timnas Indonesia.
”Ini adalah skuad awal yang didaftarkan PSSI sebelum pemilihan skuad akhir. Kami mengapresiasi proses ini dan sangat bangga identitas PSIM bisa muncul di level nasional setelah sekian lama kita berjuang hingga kembali ke kasta tertinggi,” ujar Razzi dikutip dari ileague.id.
Razzi juga menambahkan bahwa pemanggilan tersebut menjadi bentuk penghargaan bagi kerja keras Cahya selama membela PSIM musim ini. Meski masih berstatus provisional squad yang berisi 41 pemain, menurutnya pencapaian itu sudah menjadi pengakuan besar bagi pemain yang tampil konsisten sepanjang kompetisi.
”Meskipun ini masih daftar besar yang nantinya akan dikerucutkan menjadi sekitar dua puluhan pemain, bagi kami ini adalah pengakuan luar biasa dari pelatih baru timnas Indonesia, John Herdman, terhadap kualitas Cahya,” lanjut Razzi Taruna.
Baca Juga:Persib Bandung Makin Gacor! Bojan Hodak Siap Tantang Borneo FC dengan Kepala Tegak di Samarinda
Keberadaan Cahya dalam radar pelatih timnas juga menjadi momen spesial bagi PSIM. Apalagi klub kebanggaan masyarakat Jogjakarta itu baru saja kembali berkompetisi di level tertinggi sepak bola nasional setelah melalui perjalanan panjang.
Sepanjang musim 2025/26, performa Cahya memang cukup stabil. Dari 24 pertandingan yang sudah dijalani PSIM di liga, dia tampil dalam 22 laga dan selalu bermain penuh selama 90 menit. Total ia telah mencatatkan 1.980 menit bermain.
Statistiknya pun cukup solid untuk ukuran penjaga gawang muda. Cahya berhasil mencatat delapan clean sheet, meskipun gawangnya sudah kebobolan 28 gol sejauh ini.
Baca Juga:Psywar Beckham Putra! Persib Bandung Siap Tantang Borneo FC demi Jaga Asa Juara Super League
Manajemen PSIM berharap kesempatan ini bisa menjadi motivasi tambahan bagi Cahya untuk terus berkembang. Razzi juga berpesan agar sang pemain tetap menjaga fokus dan mentalitas bertandingnya.
”Harapannya Cahya bisa lebih konsisten, tetap lapar mengejar target, rendah hati, dan terus belajar. Semoga nanti ia benar-benar mendapat kesempatan masuk ke skuad akhir dan bisa bermain untuk tim nasional senior,” tutur Razzi.
