Pelatih timnas Uzbekistan U-24 Timur Kapadze menjawab pertanyaan pewarta pads konferensi pers. (ANTARA)
JawaPos.com - Mantan pelatih timnas Uzbekistan Timur Kapadze dalam kunjungannya ke Indonesia pada Jumat, mengaku pernah dikontak PSSI untuk melatih timnas Indonesia, dikutip dari ANTARA.
Kapadze mengaku pernah dihubungi oleh Ketua Badan Tim Nasional (BTN) Sumardji untuk melatih Indonesia, namun pembicaraannya dengan Sumardji masih berkutat pada hal-hal umum dan belum mengarah kepada tawaran serius.
"Jadi, memang pernah ada kontak dengan federasi, saya berbicara dengan Sumardji. Tapi, tidak konkret. Pertanyaannya itu apakah ada keinginan. Jadi, saya langsung mengatakan bahwa ada rencana kunjungan (ke Indonesia). Setelah kunjungan, bisa dibahas," ungkap Kapadze setelah salat Jumat di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat.
Kapadze adalah pelatih yang ramai diperbincangkan akan mengisi kekosongan pelatih kepala tim Garuda setelah ditinggal Patrick Kluivert bulan lalu menyusul kegagalan pelatih asal Belanda itu dalam mengantarkan Indonesia ke Piala Dunia 2026.
Ia saat ini sedang tak terikat kontrak dengan tim mana pun setelah menakhodai Uzbekistan sampai masuk putaran final Piala Dunia 2026, dengan dua seri dan dua kemenangan dari empat laga yang dipimpinnya pada babak kualifikasi putaran ketiga.
Setelah menyelesaikan tugas pada babak Kualifikasi Piala Dunia 2026, Kapadze membawa negaranya menjuarai CAFA Nations Cup setelah mengalahkan Iran 1-0 dalam final pada September.
Sayang, tugasnya bersama tim Serigala Putih tak berlanjut setelah federasi sepak bola Uzbekistan menunjuk pelatih asal Italia Fabio Cannavaro sebagai nahkoda tim selama putaran final Piala Dunia 2026.
Kedatangan Cannavaro membuat Kapadze digeser sebagai asisten pelatih, namun jabatan ini hanya berlangsung selama dua pertandingan, setelah dia memutuskan tak melanjutkannya pada 10 November.
Pelatih Uzbekistan berdarah Georgia itu menjelaskan keputusannya itu berasal dari dirinya yang tidak ingin lagi menjadi asisten pelatih dan ingin tetap menjadi pelatih kepala untuk sebuah tim.
"Mereka mengajukan Fabio Cannavaro. Hal itu karena dia punya pengalaman, pernah juara lagi (sebagai pemain pada Piala Dunia 2006). Saya diminta menjadi pendamping atau asisten tim saat itu," kata pelatih berusia 44 tahun itu.
"Tapi, keputusan untuk hengkang itu datang dari saya sendiri. Saya tidak mau menjadi asisten, lebih baik melanjutkan karier sebagai pelatih di tim lain. Tapi, keputusannya itu rasional. Saya juga mendukung. Namun, saya tidak ingin menerima peran baru," tutup dia.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
