Erick Thohir tegaskan komposisi Timnas Indonesia sudah sangat baik tinggal matangkan racikan Patrick Kluivert. (Moch. Rizky Pratama Putra/JawaPos.com)
JawaPos.com - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) resmi melayangkan surat protes kepada Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) dan induk sepak bola dunia (FIFA) terkait kabar penunjukan wasit asal Kuwait untuk putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Hal itu diungkapkan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir. Ia menyebut penunjukkan pengadil lapangan dari negara Timur Tengah dinilai tidak adil. Sebab, Kuwait berada di kawasan yang sama dengan Arab Saudi dan Irak, sehingga berpotensi memengaruhi objektivitas pertandingan.
"Sekretaris Jenderal PSSI (Yunus Nusi) kemarin sudah mengirimkan surat resmi juga ke FIFA dan saya juga akan mengirimkan surat resmi ke AFC mengenai penunjukan wasit sekarang," kata Erick Thohir dalam konferensi pers di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (16/9).
"Yang ternyata wasitnya dari negara regional yang sama, dari Kuwait," tambahnya.
Orang sepak bola nomor satu di Indonesia itu menambahkan, PSSI saat ini coba melobi FIFA dan AFC agar menunjuk wasit yang lebih netral dan bukan berasal dari negara-negara Timur Tengah.
Menurut Erick Thohir, AFC dan FIFA perlu menimbangkan opsi lain terkait wasit untuk putaran empat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Yakni mendatangkan pengadil lapangan dari Australia atau bahkan Eropa.
"Nah, kami lagi coba melobi ya kalau bisa wasitnya dari tempat yang lebih netral seperti Australia, Jepang, Tiongkok atau bahkan dari Eropa. Ya, kita lihat hasilnya," ucap Erick.
"Memang menurut kami kalau bisa dicari wasit yang lebih netral masih berlanjut," katanya lagi menambahkan.
Erick menilai penunjukkan wasit asal Kuwait jadi salah satu ketidakadilan yang diterima Timnas Indonesia terkait sejumlah keputusan yang dinilai menguntungkan salah satu peserta putaran keempat kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Sebelumnya keputusan kontroversial AFC dan FIFA adalah terkait perubahan lokasi pertandingan yang semula netral hingga jadwal Timnas Indonesia yang dinilai terlalu mepet, terutama jarak antara laga pertama dan kedua di Grup B kualifikasi yang begitu singkat.
"Memang tekanan itu menarik, rupanya dengan sepak bola kita bangkit banyak juga pihak-pihak yang mengantisipasi berlebihan. Padahal, sepak bola itu sesuatu yang diciptakan untuk kompetisi yang sehat, tapi realitanya hal-hal seperti ini terjadi," pungkasnya.

Prediksi Skor Arema FC vs DPMM FC di Piala Presiden 2026! Momentum Singo Edan Lolos ke Semifinal
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Persib Bandung vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026! Maung Bandung Bisa Sapu Bersih Laga
Laporkan Malik Bawazier, Suami Endah Fitrianingsih Jadikan CCTV Bukti Perzinaan
Pelapor Perzinaan Malik Bawazier Dicecar 28 Pertanyaan di Polda Metro Jaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Iran Ubah Strategi Perang, Teheran Kini Sengaja Paksa AS Masuk ke Konflik Lebih Besar
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Staf KPK dari Kepolisian Jadi tersangka Kasus Pemalang, Diduga Peras Bupati Anom
10 Ribu Massa PSHT Gelar Aksi di Surabaya Imbas Konflik DC dan Petugas Valet
