
Gelandang Timnas Indonesia, Thom Haye, bangga jadi bagian dari Persib Bandung. (Dok. Persib)
JawaPos.com—Persib Bandung memang berstatus sebagai juara bertahan Super League 2025/2026. Namun, pelatih Persebaya Surabaya Eduardo Perez tetap percaya diri timnya mampu menemukan celah dari kekuatan Maung Bandung yang kini diperkuat bintang anyar Thom Haye dan Eliano Reijnders.
Menurut Eduardo, Persib adalah tim besar dengan materi pemain berkualitas. Kehadiran dua pilar Timnas Indonesia itu memang membuat Persib semakin disegani, tetapi bukan berarti tidak memiliki kelemahan.
“Kami tahu Persib punya banyak pemain bagus dan kami berusaha bermain sebaik mungkin,” ucap Eduardo Perez, Senin (8/9).
Pelatih asal Spanyol itu menegaskan Persebaya Surabaya tidak akan meninggalkan filosofi permainan menyerang dan agresif. Dia hanya menambahkan beberapa detail khusus untuk mengantisipasi kekuatan Persib di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Jumat (12) pukul 15.30 WIB.
Eduardo menilai tambahan tenaga baru Persib tidak bisa dianggap remeh. Thom Haye yang berposisi sebagai gelandang bertahan memiliki kemampuan distribusi bola yang apik, sementara Eliano Reijnders dikenal lincah dan eksplosif di sisi sayap.
Haye lahir di Amsterdam pada 9 Februari 1995 dan memiliki tinggi 1,87 meter. Dia sudah mengoleksi pengalaman panjang di Eropa sebelum resmi berseragam Persib pada 27 Agustus 2025 dengan kontrak hingga Mei 2027.
Pemain berusia 30 tahun itu juga fleksibel karena bisa dimainkan sebagai gelandang bertahan, gelandang tengah, maupun gelandang serang. Nilai pasarnya saat ini mencapai Rp 17,38 miliar, menjadikannya salah satu pemain termahal di Super League.
Sementara itu, Reijnders lahir di Tampere, Finlandia pada 23 Oktober 2000. Dia bergabung dengan Persib pada 31 Agustus 2025 dan terikat kontrak hingga Mei 2027.
Pemain 24 tahun itu memiliki tinggi 1,68 meter dengan kaki dominan kanan. Posisi utamanya adalah sayap kanan, tetapi dia juga bisa dimainkan di sektor gelandang serang atau sayap kiri, dengan nilai pasar Rp 10,43 miliar.
Kehadiran dua pemain keturunan Belanda-Indonesia ini jelas memperkuat kedalaman skuad Persib. Eduardo menyadari lawannya kali ini lebih komplit dan solid dibanding musim lalu.
Namun, eks asisten pelatih Timnas Indonesia era Luis Milla itu memilih tidak terlalu terpaku pada statistik. Dia lebih percaya filosofi permainan tim akan menjadi senjata utama untuk meredam Persib.
“Kami selalu bekerja dengan model permainan kami, meskipun harus memperhatikan beberapa hal berbeda dari lawan,” ujar Eduardo.
Sebagai langkah antisipasi, dia juga menyiapkan skenario khusus menghadapi dominasi lini tengah Persib yang dipimpin Haye. Persebaya Surabaya akan berusaha menekan sejak awal untuk mengurangi kenyamanan lawan dalam membangun serangan.
Selain itu, kembalinya tiga pemain timnas juga diharapkan menambah kekuatan Green Force. Ernando Ari, Toni Firmansyah, dan Mikael Tata dijadwalkan segera bergabung setelah selesai membela Garuda di ajang internasional.
Ernando Ari baru saja memperkuat Timnas Indonesia di agenda FIFA Match Day. Sedangkan Toni dan Mikael tampil di kualifikasi AFC U-23 2026.

Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
