Boaz Salossa sedang berada dalam Kanal YouTube Sport77. (Channel YouTube Sport77 Official)
JawaPos.com - Boaz Solossa merupakan pesepak bola sukses Indonesia dari Papua yang menjadi banyak perbincangan setelah pensiun di kalangan penikmat sepak bola, khususnya masyarakat Indonesia.
Kesuksesan 'si anak ajaib' di rumput hijau ternyata tidak seindah seperti gol-gol yang diciptakannya. Kenapa? Boaz Solossa mengungkapkan dirinya sempat dilarang bermain bola oleh orang tuanya, bahkan sampai pamannya.
Paling utama pihak keluarga tidak merestui sepak bola menjadi profesi anaknya. Sang paman memintanya untuk lebih fokus pada sekolah, bahkan Boaz harus berbohong kepada keluarganya agar bisa bermain bola.
Dilansir dari kanal YouTube Sport77 Official pada Rabu (20/8), efek dari berbohong, seperti pepatah sepandai-pandainya tupai melompat akhirnya jatuh ke tanah juga.
Boaz akhirnya ketahuan oleh ibunya, sampai marah besar hingga memukulnya, karena 'si anak ajaib' lebih memilih bermain bola daripada bersekolah.
Di balik masalah pasti ada hikmah, sosok pelatih bernama Om Rully memainkan peran kunci dalam meyakinkan keluarganya agar mengizinkan Boaz bermain sepak bola dengan syarat sekolah tetap menjadi prioritas utama.
Masih berseragam SMA, Boaz yang saat itu berusia 18 tahun sudah mengukir namanya di panggung sepak bola tertinggi, yakni membela Timnas Indonesia di Piala AFF 2004. Sebuah kebanggaan pribadi dalam kariernya.
Di balik kebanggaan menyimpan luka, klimaks 'si anak ajaib' mengalami patah kaki untuk pertama kali saat Leg 1 final Piala AFF melawan Singapura. Takdir berkata lain, dirinya merasakan kepahitan mendalam saat gagal membawa Indonesia juara.
Tak putus di situ, Boaz menunjukkan kedewasaan luar biasa dengan tidak pernah menyimpan dendam pada pemain yang mencederai dirinya. Hal itu terungkap dalam podcast Sports77 yang dipandu oleh Mamat Alkatiri, Coach Justin, dan Bung Rophan.
"Saya sempat bertemu, bahkan bersalaman dengan pemain tersebut sambil menunjukkan sikap sportivitas -nya," ujar Boaz.
Sikap memaafkan 'si anak ajaib' bentuk pelajaran berharga tentang kerendahan hati, pengampunan, dan fokus pada masa depan. Kisah Boaz bagian cerminan bahwa bakat saja tidak cukup.
Dibutuhkan mental baja, dukungan, dan kemampuan untuk bangkit dari keterpurukan. Cedera yang pernah dialami bukan akhir dari segalanya, melainkan awal dari babak baru dalam mengajarkan tentang arti ikhlas dan profesionalisme.
Selain sepak bola, Boaz juga memiliki hobi bermain basket, sebuah fakta kehidupan pribadi menarik. Mengingat 'si anak ajaib' kini menjadi salah satu legenda terbesar sepak bola Indonesia.
Di akhir wawancara podcast Sports77, Boaz membagikan cerita lucu saat ditilang polisi di Papua, di mana dirinya berhasil lolos lantaran polisi mengenalnya dan pamannya saat itu menjabat sebagai gubernur.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
