
Markas dan Bus Pribadi Arema
JawaPos.com - Nama Arema FC dikenal sebagai klub dengan sejarah panjang dan fanbase yang berapi-api.
Awal 2000 -an Arema Malang hanya tim medioker Liga Indonesia. Era di mana letak batu pertama sepak bola modern muncul di Indonesia.
Gebrakan meraung, Singo Edan mencuri perhatian dengan berani menjadi klub pertama yang mengorbitkan talenta-talenta muda berbakat Indonesia.
Tanpa diduga, mereka mampu memberikan gaya permainan agresif penuh semangat. Alhasil klub asal Kota Apel itu, menjadi salah satu kekuatan besar sepakbola Indonesia, bahkan dijuluki sebagai klub petarung.
Dilansir JawaPos.com dari kanal YouTube Bagi Ilmu pada Rabu (20/8), julukan itu bukan tanpa dasar, nama Arema sendiri mengambil dari kata belakang kebo Arema.
Sebuah legenda rakyat Malang yang melambangkan keberanian dalam membentuk mentalitas singa gila sebagai pejuang rumput hijau.
Terinspirasi dari kebo Arema, kini klub berlogo singa itu telah menorehkan berbagai pencapaian, seperti juara Copa Indonesia tahun 2005, 2006 dan juara liga Indonesia tahun 2010.
Selain itu, Arema juga memenangkan Piala Presiden Indonesia pada tahun 2017, 2019, 2022 dan 2024 serta berpartisipasi dalam kompetisi Asia, yaitu AFC Champions League (2007, 2011) dan AFC Cup (2012, 2014).
Dengan prestasi mentereng, klub kebanggaan Malang itu memiliki kelompok supporter paling loyal, dibuktikan pernah dinobatkan sebagai suporter terbaik karena kreativitas.
Tambah lagi, Arek Malang memiliki rivalitas sengit dengan beberapa klub, terutama dalam Derby Jawa Timur melawan Persebaya Surabaya yang selalu dinantikan karena mampu menciptakan tensi tinggi di luar maupun di dalam lapangan.
Menyadari sebagai klub berpengaruh di Indonesia, dengan warisan besar yang telah diciptakan dan memiliki daya tarik tersendiri serta menjadi salah satu ikon sepakbola Indonesia.
Muncul pertanyaan, apakah di era sekarang Arema masih relevan sebagai kekuatan utama, di tengah persaingan yang makin ketat dan Klub-klub lain terus berkembang, baik dari segi finansial maupun performa.
Pertanyaan tersebut, menjadi penanda sekaligus pengingat bagi Singo Edan untuk terus perkasa dan harus menyala agar warisan yang sudah dibangun tidak pudar dimakan jaman.
Warisan menjadi dasar simbol penting, sebab tapak tilas cerita harus diberikan dari generasi ke generasi, supaya keras kepala semangat singa tetap menyala dan mengaum abadi.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
